Just because I am Asian… or Indonesian??


Dalam perjalanan pulang dari Zhangjiajie ke Changsha, saya mendapat tawaran kerja parowaktu dari seorang teman.  Saya diminta mengajar bahasa Inggris (di suatu tempat kursus) untuk anak-anak.  Setelah berpikir lama dan menguatkan diri (well, saya sering bermasalah dengan self-confidence), akhirnya saya menerima tawaran tersebut dengan pertimbangan adanya pengalaman baru, bisa bekerja di negara orang, sekaligus mendapatkan uang saku tambahan.

 

Saya baru sempat mengajar 2 kelas.  Kemarin siang saya ditelpon oleh salah seorang rekan kerja di tempat kursus, memberitahu bahwa saya tidak perlu lagi datang mengajar alias diberentikan.  Alasannya adalah, bahwa para orang tua murid keberatan bahwa guru asing yang mengajar ternyata (lagi-lagi) orang Asia (well, at least berwajah Asia seperti saya).  Mereka menginginkan guru asing yang mengajar adalah mereka yang berasal dari Amrik/Inggris, pokonya yang English-speaking country.  Mendengar alasan itu, saya pun maklum.  Jadi alasan pe-ha-ka ini bukan mengenai teaching-skill atau unsatisfied performance.

 

Walopun saya menyayangkan bahwa pertimbangan para orang tua kurang objektif, saya bisa mengerti dan menerima dengan lapang dada.

 

Mendengar alasan itu saya jadi berpikir, just because I am Asian… or Indonesian? Hehehe…

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s