Malam Natal, 24 Desember 2005


Christmas Eve, 24 Desember 2005


 



Ini malam Natal kedua yang saya lewati di negeri bambu.  Malam Natal kali ini saya lewati dengan undangan makan malam bersama keluarga Karrer.  Suzanne Karrer, wanita berkebangsaan Amerika, adalah salah satu siswa program bahasa di universitas yang sama di mana saya belajar Mandarin.  Suzanne bersuamikan Martin Karrer, pria berkebangsaan Jerman dan mereka memiliki seorang putri yang dalam 2 minggu ke depan akan genap berusia 2 tahun, Serena.


 


Saya berangkat dari rumah pk. 4 tetapi baru bisa tiba di apartemen Suzanne sekitar pukul 5.30 sore berhubung jalanan yang macet.  Tenyata… setiap malam Natal terjadi kemacetan luar biasa di jalan-jalan Changsha.  Saya harus berganti bis di stasiun kereta untuk dapat tiba di apartemen Suzanne.


 


Saya tiba di sana bersama Maria, seorang teman dari Indonesia dan juga keluarga Lindahl: David, Beth dan kedua anak mereka: Dawson dan Bergen.  Ketika tiba, saya berkenalan dengan Mellisa Sharp, perempuan belia berkebangsaan Australia yang merupakan salah satu guru Serena di sekolahnya.


 


Menu makan malam yang disuguhkan keluarga Karrer adalah Mexican food.  Telah disiapkan Fajitas, Mexican rice dan juga salad kacang-jagung.  Sederhana, tapi enaaaakkk… ^_^ buat saya, bener-bener kesegeran di tengah keseharian saya menyantap Chinese food setiap harinya…


 


Setelah makan malam yang enak, kami semua berkumpul di ruang keluarga.  Suzanne mengajak kami untuk menyanyikan beberapa lagu Natal dan dilanjutkan dengan bacaan singkat dari Kitab Lukas mengenai kelahiran Yesus.  Menurut Suzanne, hal ini adalah tradisi Natal yang biasa dilakukan di Jerman setiap tahunnya. Setelah Martin membaca kisah kelahiran Yesus, Suzanne membacakan sebuah puisi karangan Christina Rossetti, menyanyikan beberapa lagu lain dan akhirnya berdoa bersama.  Setelah berdoa, Suzanne menyilahkan Serena membuka kado Natalnya dan juga memberikan kado Natal untuk Melissa, Maria dan saya.  Kami mendapatkan kado yang sama, CD lagu-lagu Natal Whitney Houston, wow ^_^


 


Setelah berdoa, kami kembali ke meja makan untuk menyantap hidangan penutup (dessert).  Dessert malam ini adalah kue coklat buatan Beth dan kue tart yang dibawa oleh Maria.  Kue coklat yang dibuat Beth sangat enak dan rasa coklatnya berlimpah.  Martin menawarkan teh atau kopi bagi kami, dan saya memilih teh.  Suzanne berkata bahwa teh yang terhidang adalah teh blueberry yang dibawa spesial dari Jerman.  Saya menerima mug teh yang masih mengepul.  Aromanya harum dan sangat enak dinikmati di udara yang dingin seperti yang sedang terjadi di Changsha saat ini.


 


Ini adalah malam Natal yang berbeda untuk saya.  Biasanya saya tidak memiliki sesuatu yang spesial dilakukan di malam Natal.  Melewati malam Natal (namun di Jerman, Natal yang sebenarnya adalah tanggal 24 itu) bersama keluarga Karrer memberikan pengalaman baru untuk saya, menikmati makanan Meksiko bersama keluarga ’campuran’ (Jerman-Amerika) dan para tamu yang hadir pun berasal dari negara yang berbeda. 


 


Lebih dari segalanya, saya bersyukur, malam Natal tidak sendirian… Selamat Natal 2005!


 


 


Changsha, 26 Desember 2005


 

8 thoughts on “Malam Natal, 24 Desember 2005

  1. Merry Christmas to you, Cing…
    Gue di sini juga kebetulan diajak sama temen ke perayaan natal orang2 indo, temennya gua itu sendiri malah muslim. Tapi ikut kebaktian natal juga… Biasanya gua seneng deh denger2 lagu2 natal, dan ikut menyanyikannya… tapi kali ini kok gua jadi sedih ya… keinget film The passion of Christ kayaknya…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s