Sudah dinihari jam dua


 


Wah sudah dinihari jam dua


Tak terasa ini yang kelima


Hatiku belum berhenti berkata


Tak kan berhenti sampai tak tersisa


Semua rasa tumpah di dalamnya


 


Belakangan memang tak mudah


Ditambah lemahnya stamina


Membuat hari terasa penuh susah


Tapi kuberjuang tetap ceria


 


Mengejar mimpi memang tak segampang yang kukira


Syukurlah belum sampai titik terbawah


Tapi kuakui sempat berderai air mata


Dan lewat doa kudapatkan asa


 


Kukejar mimpi yang terpendam di hati


Dengan satu keyakinan diri


Bahwa semuanya itu bukan tanpa arti


Apalagi sampai membuang harga diri


 


Satu kesempatan lagi


Kucoba perhatikan hati


Dan lebih bijaksana menghitung hari


Karena waktu tak akan kembali lagi


 


 


Changsha, 13 Januari 2006 — dinihari


 


 

One thought on “Sudah dinihari jam dua

  1. gila deh loe sinta! membabi buta gini berpuisi ria dini hari! loe kenapa? ga apa apa kan? dari puisi2nya kok g bisa merasa kalo loe lagi galau sih? but anyway, selamat bergabung dalam dunia galau bersama saya ok! hehehe if you look around, i am there somewhere, hahaha. anyway again, i like it when you said you are still trying to smile. cia you!
    ps:
    mungkin apa yang telah kau tunggu
    untuk sekian lama ini hanya selangkah lagi di hadapanmu
    sudah hentikan tangis pilu tak bersuara itu
    ulurkan tanganmu ke depan dan lihatlah apa yang juga telah menunggumu
    dengan hati resah tak bersuara, berharap segera berjumpa denganmu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s