Ngobrolin hari raya tradisional

Salah satu topik diskusi di kelas speaking minggu lalu adalah libur
hari raya. Tiap orang kudu ceritain hari raya tradisional apa yang khas
dari negaranya.

Dengernya saya garuk-garuk kepala, lah kita ada hari raya tradisional apa ya?

Di China, dalam setahun cuma ada 2 kali libur nasional, di bulan Mei (1
Mei: hari buruh, libur seminggu) dan di bulan Oktober (1 Oktober: hari
kemerdekaan, libur seminggu juga). Selain itu, libur tahun baru China
(tergantung penanggalan tradisional China, jadi setiap tahun berubah
terus waktunya, biasanya libur beberapa hari, tapi ga sampe seminggu).

Selain 2 libur nasional, mereka juga ada hari-hari lainnya, misalnya
hari Wanita, hari Ibu dll, tapi ga libur dan menurut mereka, hal itu
adalah adaptasi dari budaya Barat. Jadi Natal juga ga libur di
sini.

Yang dimaksud hari raya tradisional di China itu misalnya hari raya
tahun baru China, mid-autumn festival (pertengahan musim gugur), hari
raya Ching Ming (pergi berziarah ke kuburan leluhur), dll. Jadi
saya ditanya, di Indonesia ada hari raya apa yang tradisional.

Saya ngomong di kelas, terus terang saya bingung cerita hari raya
tradisional Indonesia. Berbeda dengan China yang punya ‘libur
standard’ seminggu, setahun dua kali, Indonesia tidak begitu.
Berhubung di Indonesia terdapat 5 agama (dan mungkin lebih sekarang),
setiap agama punya hari raya masing-masing, dan ada libur untuk setiap
hari raya itu. Jadi, klo dipukul rata, setiap bulan ada libur di
Indonesia (byks) — enak ya kita hehehe…

Akhirnya mereka minta saya cerita gimana perayaan Lebaran di Indonesia,
menurut mereka hal itu sangat menarik secara umat Muslim di China
sangat sedikit (dibanding total populasi). Saya ceritain klo umat
Muslim kudu puasa sebulan sebelum Lebaran, kemudian liburnya sendiri 2
hari, tapi biasanya ada cuti bersama sehingga liburnya jadi lebih
panjang. Trus saya juga cerita klo setiap Lebaran mereka ada
ibadah bareng (sholat Ied) di hari pertama Lebaran, setelahnya saling
memaafkan. Kemudian ada makanan spesial Lebaran, mulai dari
ketupat, ayam opor dll (*di bagian ini saya uda agak bingung
ceritainnya secara saya ga tau apa Chinese untuk ‘ketupat’ — Ven, apa
ya??)

Berhubung di kelas saya cuma satu-satunya orang Indonesia, sisanya
Jepang dan Korea, buat mereka hal ini sangat baru dan ‘langka’, maklum
ga ada di negaranya.

Saya baru inget sekarang, untuk penanggalan Jawa, ada hari-hari khusus
ya. Tapi saya ga tau pastinya secara ga gitu paham penanggalan
Jawa. Juga baru inget, hari Kartini termasuk perayaan tradisional juga
ya.

Budaya Indonesia sedemikian kaya sehingga mungkin setiap suku punya
perayaan khusus yang walopun ga dirayain secara nasional, dirayain
sendiri di tiap daerah/suku.

Ada yang punya pengalaman ngerayain hari raya yang khusus?

Changsha, Sabtu malem, 22 April 2006

8 thoughts on “Ngobrolin hari raya tradisional

  1. fenomena mudik juga ada di China, ya itu Taa.. setiap libur Mei dan Oktober itu. SELURUH China penuh dengan orang travelling… ada yang pulkam ke desanya, ada yang emang niat jalan-jalan.

    Yang seru klo ke stasiun kereta, PEEENUUUUHHHH banget, ramenya luar biasa. Lucunya, ga beda jauh ama suasana mudik di Indonesia, orang-orang berjubelan, berisik, saling mendorong ketika antri. Temen gw yang orang Jepang berkomentar, suasana kayak gini ga ada di Jepang. Menurutnya, mo serame apa pun, orang-orang Jepang tetep adem ayem antri, diam seribu basa, ga banyak omong. Gw ngebayanginnya sampe geli sendiri, pasti lucu hihihi…

    Gw pernah cobain travelling waktu Oktober kemaren, pas libur nasional. Kereta penuh banget, banyak orang bertiket tanpa nomor kursi (soal ini Venny punya pengalaman juga tuh hahahaha)

  2. hahaha ternyata..!

    'Mudik' (= ke rumah orang tua) di Belanda juga kejadian, tp nggak se-masal di Indonesia atau Cina pasti ya (lhah orangnya juga jauh lebih dikit). Dan hari liburan sekolah pun dibagi2 per wilayah, jadi tempat2 hiburan nggak sekaligus mbludag (meskipun tetep penuh juga).

  3. Ya jadi liburan sekolah 'nasional' mulai dan selesainya nggak barengan. Selisihnya bisa 2 mingguan. Tapi utk hari raya yg udah pasti2 spt Paskah dan Natal, atau Commemoration Day dan LIberation Day, waktunya berbarengan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s