Untuk apa?


Untuk apa?

 

Ya, untuk apa?
Belakangan ini pertanyaan itu sering ada
Lalu lalang di kepala
Terutama ketika aku curahkan segenap tenaga
Berjerih lelah dan kerahkan segala upaya
Pahami semua kata
Patri lekat agar tidak sirna
Bangkitkan asa
Tegakkan hati yang patah
Tampilkan wajah gembira
Lewati hari yang tidak selalu ceria

 

Untuk apa?
Masih segar di kepala
Empat tahun berjuang meminta
Sampai akhirnya datang sendiri ketika
Hampir kulepas karena
Rasanya tidak akan bisa
Dan alihkan diri lakukan lainnya
Tapi toh akhirnya datang juga
Kesempatan mencapai cita
Puas?  Waktu itu: ya.

 

Sekarang, untuk apa?
Oh bukan, mungkin tepatnya: berikutnya apa?
Setelah lalui semua masa
Sembilan bulan dan mungkin ada lagi beberapa
Ah, jangan dipikirkan sekarang juga
Nanti malah sakit kepala
Yang penting lalui saja
Santai dan percaya
Segala jerih payah ini tidak sia-sia
Dan semua akan jelas dan terbuka
Pada waktunya 



Your life has a plot;
Your years have a theme
Every year is another chapter
God fills with the plans
He has written just for you

*Quoted from Cure For the Common Life by Max Lucado



Changsha, 7 Mei 2006


5 thoughts on “Untuk apa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s