Jasmine Generation – 茉莉花开


Rating: ★★★
Category: Movies
Genre: Drama

Hampir setiap hari saya mendengar tetangga yang tinggal di apt bawah memainkan saxophone nya dan salah satu lagu yang dimainkan hari ini adalah mo li hua kai. Mendengarnya membuat saya teringat dvd yang baru saya tonton Selasa lalu.

Di tengah rutinitas sehari-hari, saya menyempatkan diri nonton dvd “Jasmine Generation” atau dalam Chinese disebut mo li hua kai (茉莉花开). Film keluaran tahun 2004 ini dibintangi oleh Zhang Ziyi (ada di Memoirs of Geisha) dan Joan Chen (The Last Emperor), menceritakan tentang perempuan dari 3 generasi dan bagaimana setiap perempuan di tiap generasi itu melakukan kesalahan yang sama — seperti yang dilakukan ibunya pada generasi sebelumnya. Film ini mengambil latar belakang kota Shanghai di tahun 30an, 50an dan 80an. Yang saya sukai dari film ini adalah akting Joan Chen dan Zhang Ziyi yang memerankan 3 orang sekaligus dalam waktu dan latar belakang yang berbeda.

Film ini menceritakan 3 perempuan. Sang nenek, bernama Mo. Kemudian ibu bernama Li dan generasi ketiga – anak, bernama Hua. Nah langsung ketauan kan, dari mana judul film diambil: mo li hua 茉莉花. Zhang Ziyi memerankan Mo muda, Li muda dan Hua. Sedangnya Joan Chen memerankan ibunya Mo, Mo tua dan Li tua.

Beberapa detil kota Shanghai tampak dengan jelas, namun bila diperhatikan, mungkin karena proses editing yang kurang sempurna atau memang karena kurang hati-hati, ada bagian-bagian yang kurang rapi dan tampak ‘cacat’, misalnya saat adegan Mo meninggalkan hotel tempat ia tinggal, scene adegan jendela tersebut agak keliatan kurang pas dengan bangunan di sekitarnya.

Walaupun di film tersebut tidak disebut tahun berapa saja adegan terjadi, ada beberapa detil yang memberi petunjuk kira-kira kapan situasi tersebut terjadi. Misalnya waktu scene Mo menjadi aktris, ada adegan mengenai masuknya Jepang ke Shanghai. Kemudian generasi kedua digambarkan saat Cultural Revolution terjadi di China.

Seperti banyak film Chinese drama lainnya, menurut saya, film ini memuat banyak hal-hal filosofis, mengingat kultur China yang memiliki banyak hal tersirat secara implisit. Terus terang, nonton kayak gini membuat saya kadang bingung saking implisitnya hehehe… Tapi senangnya nonton film yang mengandung culture value yang kental adalah menikmati kekayaan budaya yang tampak melaluinya: mulai dari situasi kota, pola pikir, situasi politik jaman itu, bahkan juga detil film yang terkemas di dalamnya (kostum, bangunan, dsb).

Setelah dvd berakhir, Stephani yang nonton bareng saya malem itu cuma memandang sambil berkata: dasar laki-laki…

Hahahahaa…

Changsha, 3 Juni 2006

2 thoughts on “Jasmine Generation – 茉莉花开

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s