Sampah

Ternyata
hidup saya penuh sampah.

Perjuangan
saya melawan sampah bermulai sejak saya harus pindah apartemen Oktober
lalu.  Memilah-milah barang lalu
memindahkannya dari lemari ke dalam kardus dan koper, membuat saya sadar,
betapa banyak barang-barang kecil yang saya simpan, dan lantaran ada
kesan-kesan yang menyertainya, saya memilih untuk tetap menyimpannya.  Dalam setahun, barang-barang besar dan kecil
bertambah, dan tanpa saya sadari, tumpukan barang (atau tepatnya sampah?) telah
memenuhi ruang-ruang yang saya miliki. 

Kepindahan
itu membuat saya tersentak untuk membereskan berbagai barang yang saya
miliki.  Mengumpulkannya mudah, tetapi
untuk memindahkannya?  Oh, ternyata
menyiksa.  Dan lebih sengsara lagi ketika
saya memilah satu per satu dan harus memutuskan, apakah barang tersebut harus
dibuang atau disimpan.  Ehm, membuat
keputusan memang bukan kemahiran yang saya kuasai dalam hidup ini, bahkan untuk
memutuskan apakah suatu barang harus disimpan atau dibuang!  *ya ampun, please deeh…*

 
Tetapi
kepindahan itu adalah pelajaran berharga dan pelatihan yang penting.  Saya berhasil mengurangi jumlah aset yang
saya miliki (hahaha), dan belajar untuk bijak mengelola apa yang saya
punya. 

 
Membuang
sampah juga terjadi lagi ketika masa belajar saya berakhir dan tiba kembali ke
tanah air.  Memilih barang dan memutuskan
apakah barang tersebut mau dibawa atau dibuang adalah hal yang saya kerjakan
menjelang waktu kepulangan saya ke Jakarta.  Bila tidak ingat biaya overweight, rasanya
semua pengen dibawa pulang.  Yah, bukan
karena sulit berpisah dengan barang-barang tersebut, tapi lantaran uda males
berat memilah-milah dan membereskan semua barang. Jujur aja, cape bow!

 
Ah,
akhirnya bisa juga membereskan semua dan kembali dengan selamat sampai ke tanah
air 

 
Nyatanya
perjuangan saya melawan sampah belum berakhir. 
Kembali ke rumah, saya jadi sadar banget, kamar saya pun penuh
sampah!  Males banget yaah!  Barang-barang ga penting, pernak pernik ga
jelas, kertas-kertas tagihan dan catatan dari masa lalu, membuat semangat jadi
segar untuk melakukan kegiatan pembersihan (lagi!)

Pemikiran
mengenai sampah ini akhirnya menjalar pada hal lain yang terlihat di sekitar
saya.  Barang-barang yang saya
kategorikan sampah (dalam definisi saya: barang layak buang lantaran fungsinya
tidak lagi memadai, atau justru telah tergantikan, atau tidak memiliki nilai
guna) dulunya adalah barang penting (pernah jadi penting), atau justru pernah
ada kesan tertentu sehingga membuat saya pengen banget simpan.  Barang-barang itu dulunya memuat nilai
nominal tertentu, tapi sesuai dengan perubahan waktu, akhirnya nilai nominalnya
tidak membuat barang tersebut layak untuk tetap disimpan – akhirnya malah jadi
sampah.

Dan itu
yang saya lihat di pinggiran sungai yang meluap.  Tumpukan sampah dari berbagai lapisan
masyarakat.  Ketebalannya sanggup
mengganggu arus aliran air dan akhirnya membuat air meluap ke tanah kering,
rumah dan bangunan sekitarnya.

Kembali
ke masalah saya: perjuangan melawan sampah. 
Saya pun berpikir solusi apa yang tepat untuk memenangkan perjuangan
ini.  Selain administrasi yang baik,
ketekunan memilah dan membersihkan setiap hari (yup, setiap hari!! Otherwise
the previous problem will come again), saya bertekad untuk menghabiskan apa
yang ada dan menahan diri untuk membeli barang-barang.

Halaah,
masalah sampah aja sampe nulis kayak geneee…




Karawaci, Kamis 22 Febuari 2007 – masih ngumpulin semangat posting mp lagi dan berusaha update sama perkembangan postingan di mp

12 thoughts on “Sampah

  1. ah gue juga hobi ngumpulin barang2 baik printilan ato gede2, tus pas bebersih kok masih merasa sayang dibuang jadilah numpuk smua.
    kalu kata orang ; bakat mulung ;))
    jadi..gue ga komen apa2 secara kamar gue juga kandang babi banget qeqeqe

  2. sintulll, jadi teringet pas gua packing2 dulu, hihihi …
    waktu itu gua juga banyak bawa pulang 'sampah sentimentil', seperti macam2 pamflet dan buku acara yang gua tonton, ampe katalog2 toko furniture, hahahaha ….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s