Indiana Chronicle


Rating: ★★★★
Category: Books
Genre: Romance
Author: Clara Ng

Beberapa taon lalu di Indonesia trend banget sama yang namanya baca chicklit. Dari banyaknya buku-buku model chicklit yang beredar di Jakarta, baru 2 yang saya ikuti perkembangannya: Shopaholic Series dan Indiana Chronicle.

*basi ga seh baru nulis review sekarang? secara bacanya juga uda lama banget!*

Beda keduanya, Shopaholic itu keluaran luar negeri, Indiana keluaran dalem negeri. Klo diperatiin gaya penulisan keduanya ada kemiripan, hehehe, mungkin Clara Ng terinspirasi gaya penulisan Sophie Kinsella di Shopaholic Series ya.

Clara Ng menggambarkan Indiana sebagai seorang tokoh perempuan khas metropolitan (Jakarta) dengan segala pergumulan hidup, pemikiran, masalah dan idealisme yang (menurut saya) khas banget seperti misalnya perjuangan dalam dunia pekerjaan, masalah dengan pria, dan segala kegilaan hidup yang jadi bikin buku ini jadi kocak banget.

Sampe hari ini uda 3 buku yang beredar sebagai satu serial dari Indiana Chronicle: Blues, Lipstick dan Brides. Emang siy ketiganya ada hubungan cerita, tapi klo bacanya lompat-lompat, dari buku pertama langsung ketiga juga ga dosa kok ~ Eh… tokoh Indiana ini bahkan dibuatin juga halaman di Friendster hahahaa ~ sehingga seperti bener-bener ada.

Apa yang saya suka dari serial ini? Menghibur tentunya. Clara Ng berhasil memproyeksikan kehidupan perempuan kota besar dengan bahasa yang sederhana dengan contoh-contoh peristiwa yang umum terjadi, dan banyak percakapan dalam buku tersebut terasa sedemikian menyentuh tanpa harus terdengar cengeng.

Tapi emang dasar novel ya, most of them tokoh co nya itu digambarkan co eksekutif, co yang kerjaannya hebat dan travelling ke berbagai negara, etc… etc… ~ padahal hidup belum tentu sesederhana itu.

Jadi klo lagi perlu bacaan ringan dan males menyentuh Harvard Business Review (*halaah), buku ini boleh dicoba.

Sebagai catatan: Clara Ng yang nama lengkapnya adalah Clara Regina Juana juga menulis buku untuk anak-anak dan beberapa buku lainnya juga merupakan bestseller dan mendapatkan pujian, misalnya: The (un) Reality Show, dan Dimsum Terakhir.

Berikut ini adalah sepotong bagian dari serial Indiana Chronicle: Lipstick

……………………….

“Kata nenekku lipstik patah berarti bakal ada berita buruk.”

Kalau menurut neneknya Poppy, semua hal selalu dikaitkan dengan berita buruk. Kaca pecah, ban mobil kempis, hidung mimisan, dompet kosong, rambut rontok, panu, kancing hilang, rem sepeda blong, lolongan anjing, tagihan kartu kredit…

“Mungkin ini sebuah pertanda jelek, Mbak Bos Indi.”

Indiana menghela napas. Poppy memang rese.

Indiana, seperti kebanyakan gadis lainnya mempunyai love affair dengan lipstiknya.
Kalau ujungnya rata, berarti si pemilik berat jodoh.
Kalau ujungnya runcing, berarti sifatnya lemah lembut.
Kalau ujungnya tumpul, berarti dia dapat diandalkan.
Kalau ujungnya putus, berarti ada yang bakalan masuk rumah sakit.
Hahaha.

Benarkan kehidupan bisa diramal dari ujungnya sebuah lipstik?
… sampai suatu ketika dia mematahkan sebuah lipstik dan tiba-tiba seluruh dunia menciptakan masalah untuknya.

………………

Karawaci, 24 Juli 2007 – *Ven, itu penulis ada hub darah sama elo ga?*

11 thoughts on “Indiana Chronicle

  1. Sin, gw baca buku ini dah lama, kayanya gw punya semua novelnya Clara Ng :trilogi indiana chronicle : lucu sih, tapi menurut gw dia kayanya terlalu terinspirasi ama Shopaholicnya Sophie Kinsella, masa sih sampe ke tokoh2 & alur ceritanya mirip semua (kalo ngga mo dibilang jiplak).

    kalo novel2 yang laen sih : (un)reality show >> aneh bgt, utukki >>> lebih aneh lagi. dimsum terakhir >> bolehlah, dan terakhir : tiga venus : lumayan aneh juga, dan lama2 gw jadi ngga suka gaya bahasanya dia, terlalu mbecak.

    cuman kayanya gw ngga bakal beli bukunya lagi😦

  2. Iya Jenz, uda lama ya novel ini, entah kenapa baru hari ini gw baru terpikir dan jadi tergerak nulis review hehehe… *basi mode is on* Soal alur cerita yang mirip, apa dia emang dapet lisensi untuk bikin serial miripannya ya? (versi Indonesia geto) hihihi…

    Berhubung belum baca bukunya yang lain, maka gw claim Indiana Chronicle yang paling seru (*ga valid deh judgement nya qeqeqeqe) dan review lainnya menyusul secara gw belum tergerak niy baca bukunya yang lain (*ato krn belum dapet pinjeman?? wahahahaha)

  3. Kagak! Kagaaak! Tapi telat deh gue, ntar kalo gue nulis novel pake nama gue, org2 malah ngira gue niru2 si Clara Ng ini😦 *GR bener yah gue :)) *

    Walaupun gue kayaknya bakal ciong juga sama buku2nya si Clara ini (sukanya shopaholic yg pertama doang deh, setelah itu pengen gue gampar si Becky), gue penasaran pengen baca buku2nya dia. Apalagi yg tentang 4 chinese Indonesian yg pernah di review Jeny.

  4. Kayaknya gak gue banget deh, nulis novel chiklit :p

    Arabella, or Bel to her friends, opens the door to her apartment and plonks her keys onto the white, gleaming Philippe Starck console she keeps on her hall. It is another hard day for her at Dog and Pony Investment Banking Corporation where she is their youngest and only female Vice President. She can't wait to crash on her white leather sofa with a glass of wine and try to forget the day.

    She walks to the kitchen, the only black-dominated room in her vast apartment, to get the wine. Suddenly, she hears a faint beep of her blackberry from the depth of her Marc Jacobs bag. She hopes it is not that geek Daniel again…

    Baseeee😛

  5. indiana???? francis?bener g tulisannya?charles jg kan???
    hm…ya,ya! The (un)reality show? udah baca …. GOD!!! Boby??? astaga!!! azuza to azusa c ejaannya? hm…tapi ada juga gay yang ckp….Halah,ngomong pa c Q?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s