Ratatouille


Rating: ★★★★★
Category: Movies
Genre: Animation

“Although each of the world’s countries would like to dispute this fact, we French know the truth. The best food in the world is made in France. The best food in France is made in Paris. And the best food in Paris, some say, is made by Chef Augusto Gusteau.”

………

Duh… Saya ga tahan untuk cepet-cepet komen: BAGUS BANGET!! Saya puas, hepi dan pengen nonton lagi ^^

Ceritanya sederhana tapi buat saya inspirasional. Kisah seekor tikus bernama Remy yang ga puas hanya sekedar menjadi tikus yang kerjanya mencuri makanan. Remy berpendapat bahwa makanan perlu dinikmati dan… sehat! ~ bukan sekedar sampah yang dipungut dari jalanan. Remy ga puas jika hidupnya hanya sekedar hidup, tapi ia ingin mencipta dan melakukan sesuatu.

Sementara itu, di Paris terdapatlah sebuah chef bernama Auguste Gusteau. Ia memiliki acara masak di tv dan buku yang ditulisnya: Anyone Can Cook! *gw pengen punya klo buku ini beneran ada hehehehe*

Nasib membawa Remy dan Gusteau bertemu. Gusteau menjadi motivator dan menyemangati Remy untuk tidak menyerah dan “berani memandang di atas sana”. Lalu Remy bertemu Linguini dan ‘melalui’ Linguini, Remy menjadi salah satu chef di resto Gusteau, resto yang citranya telah turun akibat review seorang kritikus dan berakibat sedihnya Gusteau sehingga ia meninggal…

*ah ga seru deh klo diceritain di sini — udahan yah nulis summary ceritanya*

Film yang bercerita soal makanan dan masak-memasak ini mengingatkan saya pada anime “Born to Cook”. Kisahnya siy beda, tapi cara mendeskripsikan lezatnya suatu makanan, serunya memasak dan apa yang terkandung dalam makanan itu membuat saya… LAPAR! hahaha…

Beneran, klo mo nonton ini, saya sarankah mah makan dulu… pokonya jangan nonton dengan perut kosong! Bahayaaa…

Film ini ga cuma menyajikan alur cerita yang menarik dengan karakter tokoh yang lucu-lucu (biarpun tokoh jahat tapi kocak banget ekspresinya), ending-pun sangat ‘down-to-earth’. Percakapan dilakukan dalam bahasa Inggris dengan aksen Perancis yang cukup kenceng (seenggaknya di kuping saya hahaha) secara ngucapin ‘r’ nya khas banget hihihi…

Dan yang menyegarkan mata dan pikiran saya ga cuma ngeliatin adegan demi adegan Remy melalui Linguini memasak, tapi juga kalimat-kalimat menyentuh dan ‘insightful’ ~ salah satu tokoh cerita bernama Anton Ego, adalah seorang kritikus makanan, yang lewat tulisannya ia sanggup mengangkat ato justru menjatuhkan citra sebuah resto (sekaligus nama baik seorang chef), di akhir cerita ini menulis sebuah review yang luar biasa… *klo ngutip kata wiki mah: … a glowing review…*

… Not everyone can become a great artist, but a great artist can come from anywhere…

Selamat nonton yaa!!

Oiya, tambahan: musti nonton film ini dari awal!! Soalnya, short-movie Pixar sebelum film ini dimulai LUCU banget hahahahaha… saya salut sama kegokilan orang-orang di Pixar sana, kepikiran geto yah hal-hal freaky-funny kayak geto hahahahaha…

*katanya, bacanya: rat-a-too-ee*

Karawaci, 16 Agustus 2007 – ssstt, waktu ngeliat Anton Ego dan tulisannya, saya keinget temen-temen saya yang klo nulis review sangat insightful… *winkwink ke rum*

16 thoughts on “Ratatouille

  1. HUUUUUUU, rataouille sampe sekarang belon masuk ke desa iniiii :(( *comot sayuran Cindih*

    PS: posternya aja udah witty banget yah: he's literally dying to be a chef, hahahahha :))

  2. Oh ya tambahan. Arti sebenernya “ratatouille” adalah satu masakan Perancis yg pake bawang putih, aubergines, courgettes dan tomates dan pake olive oil. Biasanya dimakan saat musim panas bersama BBQ. Juga “rat” dlm bhs Perancis artinya tikus…

  3. Masakan ini terkenal dimana-mana kok, bukan cuma Perancis, sampai banyak versi gampangnya dan makanya dijadiin judul pelem😀. Tapi the 'traditionalists' mementingkan ingredients yg fresh untuk mecapai hasil yg bagus. Kemudian, satu2 ingredient harus dimasak terpisah dengan kematangan yg pas. Dan… specialty dari Provence, benar gak? Jadi.. ingredientnya kurang Provencal herbs tuh. Oh yah… sama onion dan pepper.

    Emang witty kok judulnya: simple food yg lezat tapi perlu skill tinggi untuk masaknya dan depannya 'rat' yg bahasa Inggrisnya (bukan cuma perancis) juga artinya tikus, ha ha ha.

  4. Oh sorry deh, gua gak tau kalo ini masakan terkenal di mana-mana, tapi ratatouille itu memang originally masakan Perancis. Dan minta maaf lagi karena sebenernya gak ada bawang putih, maksud gua onion, jadi bawang bombay ya bhs Indo nya. Pake salt and pepper itu udah pasti. Tapi yg biasanya makan ratatouille pake provencal herbs cuma orang-orang Provence huehuehue… Anyway, ratatouille ini makanan sehari-hari di Perancis saat musim panas, gua aja sering masak di rumah. Memang “rat” artinya tikus juga dlm bhs Inggris (walaupun bacanya laen), tapi the word “ratatouille” comes from France huehuehue… By the way, salam kenal ya, bookshop. Demen baca buku ya? Mampir dong ke multiply gua🙂

  5. GUE BARU NONTON!!! Pas final dishnya keluar yg buat si Anton itu, gue hampir nangis bo! Sapaaa yg bisa kepikir masak Ratatouille seperti itu?? Hadooh…
    *maap, masih high :p*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s