Ditanya lagi

Dan hal itu ditanyakan lagi padanya
Untuk kesekian kali dari orang yang berbeda
Sungguhkah hatimu padanya
Atau selama ini hanya keangkuhan saja?

Matanya menerawang ke angkasa
Menarik napas supaya kurangi sesak di dada
Sesaat katupkan kelopak mata
Membukanya segera sehingga
Tidak jatuh tetesan pembasuh muka

…..

Mengapa menjadi setia seperti langka
Dan tidak dipandang berharga
Bagaikan hidup dalam fatamorgana
dan diwejangi: terimalah apa yang nyata!

…..

ia hembuskan napas ke udara
berdesah disaksikan langit yang terbuka:
aku mungkin buta dan tidak peka
tapi kesetiaan itu bukan sekedar apa yang dirasa
bahkan lebih dari gairah yang menggelora
atau kalimat mesra yang membahana
 

menjadi setia adalah tetap melangkah bersama
bukan karena terpaksa
atau terjebak lantaran sudah putus asa
ia hanya percaya:
memilih setia adalah bukti dari cinta

 

Karawaci, 22 Agustus 2007 – kadang gw mikir, tulisan kayak gini beneran gw yang nulis ya??!

 

 

9 thoughts on “Ditanya lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s