2 hari ini

Berkaitan dengan postingan saya sebelumnya tentang (alm.) Prof. Nggandi Katu, praktis 2 hari ini kegiatan saya berkaitan dengan rumah duka dan pemakaman.  Kemarin saya bersama rekan-rekan kantor menghadiri ibadah penghiburan di rumah duka.  Tadi siang bersama rekan-rekan kantor juga menghadiri pemakaman di San Diego Hills, Krawang.

Orang bijak pernah berkata, lebih baik datang ke pemakaman, karena di situlah kita bisa berpikir tentang kehidupan.  Iya juga ya🙂 tiap dateng ke pemakaman, saya jadi mikir hidup saya sendiri gmana.  Ada yang berseloroh, kenapa ya orang baik itu matinya cepet banget.  Jadii.. klo mau umur panjang, rajin-rajinlah berbuat kejahatan…

*kacaawww :))

(Alm.) Prof. Nggandi adalah sosok yang sangat sederhana dengan kualitas pendidikan luar biasa. Kemarin, saya membaca ‘kehidupan’ Prof. Nggandi lewat pembacaan CV singkatnya di ibadah penghiburan.   Kelahiran Waingapu, tapi sukses nyari ilmu sampai lulus S-3 di Pennsylvania State Uni.  Yang spesial dari beliau gak cuma keterlibatan beliau dalam memberikan pendidikan gratis bagi komunitas lokal setempat melalui lembaga Dutasia, tapi dalam proses belajar-mengajar di kelas, Prof. Nggandi tidak meminta mahasiswa menghafal, tapi lewat metode konstruksi learning. 

Kemarin saya jadi teringat apa yang pernah Prof. Nggandi bagikan pada saya sewaktu kami bertemu di China.  Waktu itu saya cerita sulitnya saya menghafalkan kosa kata Chinese yang ribet itu.  Dalam satu kali dikte, saya harus mempelajari dan mengingat 30-40 kata baru setiap hari.  Wah itu lumayan menderita buat saya (*ato emang kemampuan otak uda turun kali yaa??*) Lalu Prof. Nggandi berkata bahwa otak manusia diberikan kemampuan untuk mengingat 7-8 informasi pada saat yang sama. Karena itu juga nomor telpon biasanya dalam range 7-8 digit.

Perkataan Prof. Nggandi itu memberikan ide baru untuk saya dalam menghafal kosa kata Chinese.  Jadi dalam sekali dikte, biasanya ada 30-40 kata baru.  Saya hafalkan dulu 7 yang pertama dalam sekali jalan.  Lalu 7 berikutnya.  Lalu ulang lagi dari awal, ditambah 7 yang kedua, jadi 14 sekali jalan.  Demikian seterusnya sampai selesai semua 40 kata bahkan lebih.  Dengan cara itu, saya berhasil mengingat semua kata dan meningkatkan jumlah kosa kata Chinese tanpa kelewat menderita hahaha…

Tadi siang, di pemakaman San Diego Hills yang gak kayak kuburan itu saking indahnya (bayangin ada danau di tengah-tengahnya, keren banget deh), ada paduan suara yang menyumbangkan lagu, ada banyak bunga cantik dalam bentuk krans-krans yang indah. 

Saya jadi teringat ucapan Mama saya suatu hari.  Gara-garanya banyak orang masih ‘merayakan’ kematian secara mewah dan justru jadi pemborosan uang yang tidak bertanggung jawab.  Mama berkata, klo mau berbuat baik, buatlah selagi orangnya masih hidup.  Klo mau makan enak, ajaklah selagi orangnya masih hidup.  Jika sudah mati, untuk apa lagi bunga yang indah?  Untuk apa makanan mewah yang tersaji?  Untuk apalagi semua itu, karena yang penting adalah momen-momen ketika ia hidup… 

*jadi kangen nyokap deh*

2 hari ini… saya diingetin lagi soal kehidupan.

….. it really matters how I live and what really matters in life🙂

Karawaci, 29 Feb 2008 — have a nice weekend, everyone!

9 thoughts on “2 hari ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s