miss… miss…

Acara pemilihan miss-miss-an selalu punya daya tarik tersendiri.  Termasuk acara pemilihan Miss UPH Scholar yang saya datangi Selasa lalu.  Semodel sama pemilihan Putri Kampus taon 80an di jaman dahulu kala.

Dari sekian banyak yang mendaptar, terseleksi sampe akhirnya tinggal 20 orang yang masuk Final.  Keduapuluh perempuan ini cantik-cantik, IP nya cihuy, aktivitasnya segudang, kemampuannya di luar akademik juga asoy… 

Seminggu sebelum acara, saya didatangi salah satu panitia dan dengan alasan mewakili alumni, saya diminta untuk menjadi salah satu juri di Grand Final.  Wah, bikin saya merasa tersanjung aja hihihi…   secara siapa saya cobaaa… apalagi, salah satu juri lainnya itu… Imelda Francisca, Miss Indonesia ityuh! hmmm… anyway, kesempatan yang baik untuk hadir di acara menyenangkan seperti ini ga ada ruginya diterima, bukan?

Di malam final itu, 20 finalis berjalan melenggak-lenggok di panggung, lalu dari 20 orang tersebut dipotong menjadi 10 saja.  Keputusan 10 orang yang lewat putaran pertama ini berdasarkan hasil karantina sebelumnya yang diadakan 4 hari di lingkungan kampus.  Selama wiken, 20 orang tersebut mendapat kelas pembekalan dan ‘diinapkan’ di hotel kampus.  Selama masa karantina dan pembekalan tersebut, 20 perempuan cantik ini tanpa mereka ketahui juga dinilai oleh tim juri terselubung, yakni para panitia dan sesama rekan mahasiswa yang memantau jalannya karantina.  Selama masa inilah keseharian dan perilaku 20 orang tersebut terlihat jelas, mana yang emang bener-bener baik, mana yang rese, mana yang males, mana yang nyebelin, mana yang manja, bahkan ketauan juga mana yang sering membuat masalah, baik di antara sesama peserta ato dengan panitia.

10 orang yang terpilih tersebut mendapatkan kesempatan menjawab pertanyaan yang uda disiapkan sebelumnya.  Pertanyaan tersebut berasal dari sesama peserta MUS juga.  Di sini para juri (7 orang) mulai beraksi memberikan penilaian kuantitatif yang kisarannya 0-100.  Dalam tim juri hadir pula 2 orang public figure: Edward Depari (RCTI) dan Imelda Fransisca (Miss Indonesia 2005) *ga tau mimpi apa yah semeja sama miss Indonesia yang cantik itu…

Dari 10 itu, saya uda punya tebakan, kira-kira 3 finalis final yang mana   Dari 10 orang tersebut, diambil 5 orang dengan jumlah nilai tertinggi.  Kelima orang tersebut diberikan pertanyaan dari para juri berdasarkan undian.  Jadi mereka mengambil undian nama juri yang akan memberikan mereka pertanyaan.  Di tahap ini, semakin keliatan kemampuan komunikasi setiap peserta.  Mungkin karena gugup, ada peserta yang mulai bingung sehingga jawaban yang disampaikan menjadi tidak fokus dan akhirnya menjatuhkan penilaian dari juri.  Para peserta kebanyakan menjawab dengan bahasa Inggris, padahal ga musti siy… mungkin karena 2 dari 6 juri adalah expat jadi mereka memilih menjawab dengan bahasa Inggris.  Pak Edward Depari justru minta finalis menjawab dengan bahasa Indonesia karena beliau ingin mendengar kemampuan komunikasi mereka dalam bahasa nasional kita.

Dari 5 orang, terkikis lagi hingga menjadi 3 orang saja (btw tebakan saya bener!!  Ketiga finalis adalah 3 jagoan saya dari 10 orang tersebut hehehe).  Ketiga orang tersebut menjawab pertanyaan dari Dr. Sheldon Nord, President UPH.  Pertanyaannya sederhana: if you were elected as President of the country, what would you do in your first day at the office?

Dari pertanyaan akhir ini, dewan juri ga lagi memberikan penilaian kuantitatif, tapi para juri berembuk dan akhirnya sepakat untuk memilih siapa yang berhak mendapatkan predikat Miss UPH Scholar 2008, seorang mahasiswi yang dipercayai memiliki 3 hal: brain, beauty and behavior di lingkungan kampus UPH.

Dan saya setuju dengan yang terpilih: Jemima Tumewu, anak FISIP 2005.  Saya sih ga kenal in person sama Jemima, baru juga liat orangnya malam itu.  She’s so cute, not just beautiful and smart, tapi selama di panggung malem itu, dia terlihat sangat natural, entah itu senyum ato sikapnya.  Jawabannya atas pertanyaan juga ga bombastis, apa adanya saja.  Sikapnya yang tidak centil membuat saya terkesan (belakangan saya baru denger, ternyata keseharian sikapnya pun seperti itu, bersahaja, sederhana, ramah dan baik banget!). 

Sepertinya, yang setuju dengan pendapat ini ga cuma saya, tapi sejak pertengahan acara, mulai dari pengumuman 3 besar, hampir setengah gedung terus-terusan neriakin namanya: Jemimaaaaa!!!! Jemimaaaa!!! (khususnya co-co hahahaha)

Terlepas sapa yang menang malem itu, saya acungin jempol   untuk BEM (d/h Senat Mahasiswa) dan para panitia.    Walopun masih kurang sana-sini, jeda satu acara ke acara lain yang kelewat lama sehingga membuat gatel, tapi kerja keras mereka layak diperhitungkan.     Pertamaaa… Jagoan nyari dana, teruus…    MC yang ceriwis dan lucu sehingga acara menjadi seger kayak es jeruk dingin di siang bolong, laluu… kemasan program acara dari beberapa minggu sebelumnya juga menarik, laluu… hasil penilaian tim juri di awal seleksi beberapa minggu sebelomnya pun terbilang tajem kayak parang baru diasah, daaaan…    terbukti bisa menyaring ce-ce yang hebat (dan cantik tentunya).  Gara-gara acara ini juga, akhirnya nampil juga ce-ce berprestasi yang tadinya entah ada di mananya belantara kampus (so panitia, biarin aja orang mo komen negatif apaan — acara kalian sukses bisa dibilang sukses kok)

Sekarang, saya pengen liat… gmana siy kiprah Miss UPH ini hehehe…  Buat ketiga pemenang: Jemima, Karmela dan Rieke, SELAMAT yaaa… kalian hebat deeh!

Oiya, untuk foto-foto, silakan liat di sini (thanks to Yani).

 

Lampung, 2 Mei 2008 – menikmati wiken

 

 

 

17 thoughts on “miss… miss…

  1. Gue sirik kali yah… tapi gue gak pernah mengerti kenapa org ingin ikut acara miss2an. Karena kalo ada brain dan behaviour, kenapa harus milih jalan beauty untuk sukses/merubah dunia/kontribusi ke masyarakat, etc?😀

  2. Ahauhauauhahau…… setuju……. meskipun bukan faktor yang menentukan…..

    Tapi somehow pengalaman menunjukkan…. first impression itu bisa membantu untuk membuka jalan :p

  3. Foto close up 20 finalis yang di hari H harusnya dari tim dokumentasi Miss UPH Scholar ada… Klo foto close up hasil pemotretan, div. desain ma multimedia ada..
    Btw ci mau ralat karena setahuku Jemima bukan FISIP 2005 tapi 2006.. Hehehe.. Blog di atas dirimu menulis 2005..

  4. Ada… tapi besar filenya… 500an MB… mau diupload??
    Videonya aj nti aku upload klo da aku convert jadi kecil filenya tapi ga bs skg ya ci..
    Soalnya klo sekarang blm diconvert, gede file videonya (yg ada close up 20 finalis…)
    ok2..??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s