perlu

Perlu kamu untuk jadi aku

 

Pembicaraan yang menarik antara teko dan aku

Di Senin siang waktu aku sedang jemu

Berusaha menyelesaikan setumpuk pekerjaan tanpa terburu-buru

 

Begitu banyak perempuan menjadi ibu

Melahirkan anak bahkan lebih dari satu

Mengurus rumah tangga tak kenal waktu

Mengasuh anak (mungkin) tanpa pembantu

Memasak makanan sehat dan memberi susu

Ditambah lagi.. mencuci dan menyetrika setumpuk baju

 

Ada mereka yang dulu bekerja penuh waktu

Kini memilih tinggal di rumah jadi ibu

Setiap hari menghadapi pertanyaan si kecil ini dan itu

Karakter gesit, pintar dan cermat instan menjadi satu

berusaha tetap bijak dan tidak kaku

Tetap bertahan di hari-hari yang kadang terasa jemu

 

Malam hari tulang terasa rontok seribu

Wajah dan kulit terlihat kuyu

Apapun yang terjadi ibu harus bisa sabar selalu

Membesarkan si kecil jadi orang yang tahu

Banyak hal di dunia tanpa jadi belagu

 

Dan jika datang masaku menjalani semua itu

— entah siapa yang tahu–

Aku ingin tetap menjadi diriku

Ada kesempatan melakukan yang kumau

Ada dukungan untuk meraih apa yang penting bagiku

Melakukan dan mengorbankan sesuatu bukan karena aku terlanjur menyerah lesu

Tapi karena aku mau dan tidak ragu

 

Dan ketika datang waktu itu,

— entah kapan itu 

Aku ingin kamu tahu

Bahwa aku perlu kamu

Untuk tetap jadi aku.

 

 

Karawaci, 9 February 2009 – pewahyuan siang hari dari teko

 

 

6 thoughts on “perlu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s