Telpon tak terduga

Kemarin siang, pas lagi melototin layar komputer di kantor, tiba-tiba telepon di meja berdering.  Saya angkat dan terdengar suara orang berbahasa Inggris di ujung sana. 

“Sinta?”
“Yes, Sinta is speaking”
“Hi… Its’ Paul…”
*pala langsung mengolah data, Paul mana ya??*
“… Sochazewski…”

Ooooohhh!  Saya langsung ngeh sekaligus kaget.  Lah ini Paul Sochazewski yang ituuu??  Ternyata iya.  Beliau lagi di Jakarta dan mungkin iseng telpon saya ke kantor.  Wah, it was a nice surprise :-)  Dia bilang lagi di Jakarta dan hari ini terbang pulang ke Bangkok.  Kami ngobrol sebentar dan saya sempet tanya apakah beliau akan bicara lagi di Ubud Writer and Readers  Festival Oktober depan di Bali.  Dia bilang belum dapat kabar dan menyarankan saya untuk tanya langsung dengan panitia (*minggu lalu saya dapet notification dari Facebook, UWRF sudah keluar tanggal pastinya, 7 – 11 October 2009 dengan tema tahun ini –> Suka Duka: Compassion and Solidarity).

Saya ketemu Paul waktu saya join workshop nulis di Ubud.  Waktu itu saya ga sempet ngobrol lama secara waktunya juga mefet.  Ni orang juga tergolong sibuk dan ga punya fesbuk (hihihi ga sengaja jadi berirama ‘buk’) jadi boro-boro bisa kenal apalagi keep in touch.  Jadi ketika mendapat telpon, rasanya surprise juga. Saya pikir ga bakal kontak-kontak lagi tapi ternyata masih ingat🙂

Telpon ‘tak terduga’ juga pernah saya dapati dari seorang teman kuliah yang sudah lama tidak kontak.  Terakhir saya kontak dengannya waktu ia melahirkan anak pertama (yang sekarang sudah mau 5 tahun!!).  Waktu saya lagi tugas keluar kota, tiba-tiba hp saya berdering dan saya melihat nomor tidak dikenal di layar.  Saya angkat dan ternyata itu adalah temen lama saya yang emang uda lama saya cari!  Dia mendapat nomor hp saya dari teman lainnya.  Sejak saya kembali dari China, saya pernah berusaha menghubunginya tapi gak sukses secara dia uda ganti no hp.  Kami ngobrol lumayan lama di telpon dan saling bercerita keadaan terakhir diri masing-masing.  Banyak hal terjadi dalam dirinya dan juga saya.  Klo melihat ke belakang waktu jaman kuliah, ga kepikir hal-hal tersebut ternyata kejadian dalam hidup saya ato dia. 

Menyenangkan sekali mendapat telpon dari teman lama atau orang-orang yang ternyata masih ingat sama saya.  Kadang pertemuan pertama sangat singkat sehingga saya pikir: ga mungkin de bisa kontak lagi…  Tapi ternyata bisa tetep kontak juga.  For those moments, I really appreciate🙂

note –> picture was taken from http://www.fotosearch.com

Karawaci, 4 Maret 2009 – asal jangan telpon aneh-aneh aja… hiyy serem…

27 thoughts on “Telpon tak terduga

  1. waaaaaa surprise surpriseeeeee, Paul nelponnnnnnnnnnn hooraayyy. *kenapa jadi keinget slumdog millionare yg adegan puncak waktu jamal nelpon yah*😛

  2. :)):)) Kalo pengalaman gue, ada temen lama tiba-tiba nelpon, bilangnya dia jadi panitia yang lagi menggalang dana ….ujung-ujungnya minta (maksa pulak) sumbangan

  3. Gue juga Din. Makanya gue selalu curiga kalo ada temen SD ataupun TK (ya ampun) tiba-tiba nelpon dengan ramahnya terus ngotot ngajak ketemuan karena mendadak kangen sama gue. Biasanya sih emang MLM atau asuransi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s