Toastmasters International Speech Contest

Jadi ceritanyaa… Minggu lalu ada Toastmasters International Speech Contest Area Level.  Bersama 3 orang member lainnya, kami mewakili club TM untuk ikutan competition yang diadakan di St. Moritz, Puri.  Saya hayuk-hayuk aja, namanya juga iseng mencoba, buat ngeramein juga.

Hari Sabtu, pagi jam 9 kompetisinya dimulai.  Ada 2 kategori yang diperlombakan, yakni Table Topics Session dan Prepared Speech Competition.  Untuk Table Topics Session, para peserta diberikan 1 pertanyaan yang sama dan setiap orang diberikan waktu 2-3 menit untuk berbicara sesuai pertanyaan/topik.  Untuk Prepared Speech Session, para peserta punya waktu 6-8 menit untuk deliver the speech sesuai topik masing-masing.  Pada kompetisi kali ini, ada 5 peserta yang join Table Topics dan 6 orang di kategori Prepared Speech.

Pertanyaan Table Topics adalah: there are some values/principles to build good character.  Among these values, which one do you think is the most important: justice, resposibility or mercy?

Sederhana pertanyaannya tapi ribeeett mikirnyaaa…  Saya dari awal uda punya mental ‘yang penting mah coba aja’ jadi emang ga kebeban apa-apa, lagian kan cuma bicara 2 menit aja.  Jadi saya ga punya ekspetasi macem-macem.  Dan ternyataaa… lawan di kompetisi itu uda pengalaman banget!  Kebanyakan dari mereka sudah pernah memenangkan kompetisi serupa bahkan untuk level distrik di kompetisi tahun sebelumnya.  Saya kagum banget sekaligus punya excuse kenapa kalah (alesan aja hahahahaha…) Ga cuma bahasa Inggris yang sangat lancar, tapi pembawaan mereka juga jauh dari gugup.  Cara penyampaian jawaban mereka sangat menarik, ada yang berapi-api kayak pembicara seminar motivasi publik, tapi ada juga yang santai kayak lagi konselingin orang stres.  Toh yang penting adalah orisilinalitas jawaban dan bagaimana menggunakan kosa kata yang tepat dalam penyampaian pesan.

Untuk kategori Prepared Speech, para peserta membawa topik yang berbeda-beda.  Saya salut deh… soalnya saya berasa, kasi pidato dalam bahasa Indonesia aja susah, gmana dalam bahasa Inggris?? Apalagi ini minimal waktunya 6 menit, dengan catatan harus terstruktur dengan rapi: mulai dari opening, body dan closing.  Saya masih inget, dulu waktu SD, klo ada ujian Bahasa Indonesia yang musti ngomong di depan, saya masih baca contekan kecil di tangan.  Lah ini di Toastmasters, kaga ada contekan bow… Wah!

Buat saya ikutan kompetisi kemaren bener-bener eye-opening.  Ngeliat member lain yang masih rajin dan tekun berlatih ngomong Inggris walopun uda bercucu, menguatkan tekad saya untuk menyelesaikan project di buku TM (*ehem, dalam setaon ini… saya baru bawain 2 projects out of 10 projects! hihihii ~ long way to go yaaah).  Saya ga bercita-cita jadi orator kayak Bung Karno, tapi seengganya, klo sampe musti ngomong dalam bahasa Inggris dalam waktu yang agak panjang saya ga ngalamin kesulitan berarti.  Sederhana aja, saya pengen bisa ngomong di depan orang banyak dengan santai, ga gugupan sampe kosa kata yang uda terlintas jadi bubar semua. 

Kemaren setelah kelar kompetisi saya sempet ngobrol sama salah satu jagoan dari klub Innovator (http://www.innovators-toastmasters.or.id/) yang uda pernah maju dan menang di Humorous Speech Contest.  Waktu saya tanya kenapa tahun ini ga participate contest lagi, alesan off tahun ini adalah untuk menghindari stres karena setiap kompetisi, saking stresnya bisa sampe kurus 3 kilo!! Hahahaa… padahal badannya uda tipis banget tuh… jadi penasaran gmana persiapannya sampe stres kayak gitu. 

Dia cerita, klo uda kompetisi, persiapannya gila-gilaan.  Speech dirombak terus sampe mantep dan latihan berjam-jam sampe materi hapal ngelotok luar dalem.  Jadi ketika waktunya tampil, materi uda mengalir lancar, tinggal improvisasi body language dan penguasaan panggung aja.  Ditambah supervisi mentor yang perhatian dan super ketat, latihan jadi makin intensif (saya kok dengernya serem ya).  Suatu ketika, setelah sepanjang sore sampe malem latian, rasanya materi speech belum afdol, jadi buru-buru diganti. Padahal waktunya uda mepet, bahkan pas kelar revisi materi, jam dinding uda nunjukin dini hari dan cuma sempet tidur 2 jam. Lalu jam 8 pagi uda terbang ke KL untuk kompetisi.  Sampe KL, cuma ada waktu 3 hari buat latian.  Walhasil, taon itu ga menang kompetisi karena kurang persiapan.

Bused dah!~ saya ngebayangin, itu kan Humorous Speech Contest ya, latian tiap hari tapi bisa tetep terdenger lucu… susah amat yaak???  klo sampe ngomong dan ga ada yang ketawa, haduh… gugup dan tengsinnya level berapa ya hehehehe…

Yang menang di kompetisi kemaren (club area) disediain training untuk mempersiapkan diri maju ke competition level district.  Untung saya ga menang, klo ga kan pasti nerves banget hahahahaha… (ge-er banget deh hahahahaa)…

nyulik foto dari http://www.fotosearch.com

Karawaci, 18 Maret 2009 — for more information about Toastmaster, click here

5 thoughts on “Toastmasters International Speech Contest

  1. klo jadi member dapet manual book Lis. Isinya project-project yang musti diselesaikan dan goal yang dicapai untuk tiap project.

    Btw klo uda ngasi seminar mah uda lumayan dooonngg… uda ga belajar ngomong namanya hahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s