Ngidam mp: cerita soal konseling aja

Seperti judul: hari ini saya ngidam mp.  Pengen nulis-nulis, pengen posting-posting, tapi ga tau mau nulis apa, mao cerita apa.  Kangen juga masa-masa rajin posting dulu, adaaa aja yang ditulisin, mulai dari yang ngeganjel di hati sampe yang ga penting, mulai dari cerita di rumah sampe curahan isi hati.  Namanya juga berbagi, apa aja yang dipunya dikeluarin deh.

Awal bulan ini saya ikutan kuliah padet konseling awam di STTRII Warung Buncit.  Kuliahnya berlangsung 5 hari, dari Senin sampe Jumat, dari jam 9 hingga jam 3 sore.  Materinya tidak terlalu berat, waktu diskusinya pun seru.  Menurut pembicaranya, tujuan konseling bukanlah sekedar menasehati, tapi menjadi pendengar yang baik dan membuat ‘klien’ memiliki self-awareness sehingga bisa mengenali masalah dan mengambil keputusan terbaik untuk hidupnya sendiri. Yang seru waktu sampe di hari terakhir waktu membahas personality disorder. 

Jadi ceritanya… ada 9 macam personality disorder:

  1. Paranoid, yaitu kecurigaan yang tidak ada dasarnya.  Orang yang cepet banget tersinggung dan terluka sampe ga masuk akal masuk kategori ini.  Trus orang yang susah memaafkan, memendam kebencian yang kuat tanpa alasan yang mendasar, trus juga orang yang terus-menerus meragukan kesetiaan orang lain, juga masuk kategori ini.
  2. Schizoid, misalnya: pemalu, senang menyendiri dan sangat terisolasi, sulit mengutarakan perasaan, emosi yang sangat miskin dan sangat dingin… tidak mau dan tidak suka berteman, bahkan ga ada interest in sexual activity.  Konselor nambahin, wah klo sampe punya pasangan yang kayak gini bener-bener sangat menderita (**ya iyalaah ya… gmana rasanya hidup sama orang yang perasaannya dingin terus??  Cape juga kali yaaa)
  3. Anti sosial (=psikopat), ciri-cirinya: agresif terhadap orang dan binatan, trus senang dengan sengaja merusak barang-barang, suka berbohong dan mencuri untuk kesenangan, dan senang melanggar hukum secara serius.  Tanda nyata dari orang yang bermasalah di areal ini adalah ga ada rasa bersalah.  Konselor menyebutkan kasus Ryan sebagai salah satu contoh orang yang ada di kategori ini.
  4. Borderline, ciri-ciri orang yang bermasalah di hal ini adalah: sangat takut penolakan, sangat takut ditinggal, sering punya pikiran untuk bunuh diri, selalu merasa kosong, severe reactivity of mood, dan self-damaging.  Orang yang ada masalah dengan hal nii juga sulit mengontrol kemarahan, klo marah bisa memecahkan barang.  Lalu biasanya relasi dengan orang lain tidak stabil.
  5. Hystrionic, tanda-tandanya: sulit menerima kalau ia tidak menjadi pusat perhatian, sexually seductive (sangat provokatif secara seksual), suka menarik perhatian melalui penampilan fisik, emosi tidak terkontrol, ekspresi emosi cepat berubah.  Lalu jika bicara sering lack of detail dan menganggap hubungan lebih intim dari yang sebenarnya (ge-er terhadap lawan jenis).
  6. Narcissistic, contohnya: kebutuhan akan sanjungan yang berlebihan, sanggup memanipulasi orang lain untuk mencapai apa yang diinginkan, pikirannya dipenuhi fantasi bahwa ia pandai, cantik, dll.  Sampe derajat tertentu ia bisa merasa klo orang lain iri padanya dan ia suka banget klo orang lain patuh padanya.
  7. Avoidant, misalnya: hipersensitif terhadap kritik, takut kritik dan penolakan, menahan berelasi dengan orang lain, bahkan sangat percaya bahwa ia inferior dan tidak menarik (minder yang berlebihan).
  8. Dependent, ciri-cirinya: sangat bergantung dan takut ditinggal, sangat perlu advice orang lain, penurut, perlu orang lain untuk mengambil alih tanggung jawab dalam hampir seluruh area hidupnya (bahkan dalam kasus-kasus tertentu, sangat bergantung sama ortu sampe gede, gaji juga dari ortu!!), dan orang dengan masalah ini menjadi rela untuk melakukan apa aja demi mendapatkan support dari orang lain.
  9. Obssessive compulsive, contohnya: kelewat cermat (seneeeennngg banget sama yang namanya daftar… urutan… sistem… cara kerja…), terlalu detail-oriented, tidak pernah rileks (susah banget klo disuruh rileks, bahkan kelewat tekun sampe jadi workaholic dan mengabaikan relasi).  Klo ketemu orang yang kerjaannya ga kelar-kelar karena standar kelewat tinggi (susah mendelegasikan karena tidak percaya), nah kemungkinan besar tu orang kelewat perfeksionis dan ada potensi OCD hehehe…beberapa orang lain yang bermasalah dengan ini juga adalah orang yang susah kooperatif, kaku dan keras kepala.

Menurut pengajar, setiap orang punya kecenderungan salah satu atau dua dari 9 itu.  Caranya gampang, dari semua gejala yang disebut, minimal harus menujukkan 5 atau 6 gejala yang disebutkan. 

Di kelompok saya, kebanyakan dari kami (termasuk saya!) punya kecenderungan Obsessive Compulsive hahahaha… kasus OCD nya pun macem-macem.  Ada 1 teman yang cerita, waktu diajak liburan ke Bali, sementara sang suami sunbathing dan leha-leha di pinggir kolam, dia malah stres, bingung ga tau mau ngelakuin apa-apa.  Rasanya bersalah kalo nganggur dan ga produktif.  Dan memang, ini salah satu gejala yang tidak sehat dan masuk dalam kategori OCD hehehe….

Saya jadi ketawa waktu baca tanda-tanda OCD.  Jadi inget kesukaan saya bikin tabel/matrix di seluruh kerjaan kantor, perfeksionis nya saya, termasuk kesulitan saya mendelegasikan pekerjaan sama orang lain.  OCD banget deh hahahahaa… Temen saya ada yang OCD agak parah, demen banget cuci tangan dan maniak kebersihan sampe mencuci semua uang koinnya sebelum masuk dompet!!  Jadi ketika musti ngeluarin duit koin, tangannya ga kotor karena uda dicuci sebelumnya!    hebaaat hehehehee….

Dengan tau hal ‘keanehan-keanehan’ itu, saya jadi lebih aware sama diri saya sendiri.  Hidup normal-normal aja dan ngerti asal muasalnya supaya gejala-gejala itu ga makin extreme ato sampe merusak hidup saya (*ketok-ketok meja sambil bilang: amit-amit….)  Saya ga kebayang deh…. klo saya ga pernah belajar mendelegasikan kerjaan, saya bisa mati berdiri kali yaa… semua dilakuin sendiri padahal tangan cuma dua, waktu juga terbatas…. lagian bego amat, klo ada yang nawarin bantuan, kok ditolak??

Karawaci, 24 Juni 2009 – iseng menulis supaya semangat nulis 

4 thoughts on “Ngidam mp: cerita soal konseling aja

  1. Hahahaha, nice!😀 OCD kan juga macem2 ya. Ada orang yang OCDnya musti itungin kucing liar di jalan dan catet di buku (real story!) dan musti cetak cetek saklar lampu 100x kalo masuk ke sebuah ruangan (bener2 real story!)

    Tapi yang namanya personality disorder itu ga pernah ada yang lucu sih sebenernya. Semuanya bikin sedih. Palagi yang parah. Kesian si pasiennya dan orang2 di sekelilingnya. Kalo gw mendingan sakit scr fisik dibanding sakit secara mental😦

  2. hmm… gmana klo engga dua-duanya, but stay healthy aja?🙂

    Klo personality disorder, selama penderita punya self-awareness, pasti bisa berubah Yan. Yang repot dan ngebetein adalah orang itu justru yang ga nyadar, dikasitau ga terima, jadinya makin ngeselin😀

  3. ahahaha gue juga suka gitu, ocd yg asik sendiri tapi untungnya gak keterusan :p yah semakin hari dan semakin banyak ketemu orang, ada input, ada contoh, ada feedback, mau nggak mau banyak hal yg berubah juga. semoga kita semua tetap selalu waras dan sehat. tetap semangat!🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s