[1] Lombok Trip, 9-14 September 2010

Sebelum Kamis, 9 September. Suatu malam di Paulaner. 

Cindy The Teapot Lady tiba-tiba mengeluarkan segepok majalah dan lembaran informasi mengenai pulau Lombok.  Lalu menunjukkan gambar-gambar pantai yang bikin mata melek seketika dan darah berdesir.  Lalu menggelar peta pulau Lombok dan menjelaskan rute perjalanan. 

Lalu berkata, “Ikut yuk Betmen, boxx??”

Sebelum saya komentar, sosok yang disebut Betmen uda menunjukkan wajah tertarik, mata berbinar dan senyum mengembang.  Wah, tumbeeeen! He’s under the Teapot Lady’s spell!

Setelah mikir dan beresin urusan domestik, Arief dan saya akhirnya bergabung dalam perjalanan Lombok ini.  Tiket berhasil didapat, kamar pun sukses dipesan.  Saya excited.  Lombok, kami dataaaannnggg!

Kamis, 9 September 2010
Walopun paginya sempet berasa males packing, akhirnya beres juga dan saya siap berpetualang.  Sstt, entah kenapa ya, biarpun jalan-jalan masih terasa menggairahkan, tetapi urusan packing sering bikin males.  Arief dan saya tiba di bandara Selaparang, Mataram sore itu setelah delay beberapa saat.  Mataram menyambut kami dengan hujan dan kami bersyukur pilot pesawat gape beraksi ketika mendarat.  Setelah kontak via bbm sama Cindy yang ternyata tertahan 3 jam di bandara Ngurah Rai Denpasar, kami putuskan untuk nunggu di kafe sambil main Monopoly Deal (*yang belakangan jadi game of the week kami selama di Lombok!).  Kasian Teapot Lady, penerbangan Denpasar-Mataram padahal cuma 30 menit, tapi tertahan 3 jam karena cuaca buruk.  Yang penting, kita semua selamat yaaa!

Bertemulah kami di Selaparang: Arief, saya, Cindy dan Memey – sohib Cindy sedari SMA.  Naik taksi bareng menuju Graha Ayu, penginapan murmer di daerah Mataram, lalu siap-siap makan malam.  Ternyata, secara Lombok malam takbiran, sulit sekali dapet taksi, dan banyak tempat makan yang tutup.  Malam itu kami mencukupkan perut dengan jajanan nasi dan ayam goreng pinggir jalan.  Jauh-jauh ke Lombok ngarepin Ayam Taliwang dan Plecing Kangkung, apa daya adanya cuma nasgor dan ayam goreng.  Tenang, masih ada hari esok, bukan?

*akomodasi: Hotel Graha Ayu, family room (2 twin king bed), IDR 393, 000,-

Jumat, 10 September 2010
Kami bangun, sarapan seadanya di hotel dan bergegas check out.  Naik taksi ke Pelabuhan Lembar, untuk tujuan kami hari itu: Gili Nanggu.  Cuaca cerah dan kami semua gembira, Lombok di pagi hari terasa segar!

Di Pelabuhan Lembar, si Bapak dari Gili Nanggu Cottage sudah menunggu kami dengan jukungnya.  Saya nyengir, kayaknya ada yang salah dengan koper kami.  Kalo gini caranya, lebih cocok bawa ransel besar daripada koper kotak yang digeret.  Agak saltum si koper jadinya hahaha…

Dari Lembar ke Gili Nanggu ditempuh dengan boat selama 45 menit.  Langit bersih dan ombak tenang, sehingga perjalanan kami terasa nyaman.  Kami semua excited, laut Lombok yang jernih sungguh menggoda!

Tiba di Gili Nanggu, suatu pulau kecil di Barat Lombok, kami menaruh koper di dalam pondok-pondok kecil.  Pondoknya dibangun menyerupai bangunan tradisional suku Sasak, kamar terletak di lantai atas.  Ranjang berkelambu membuat kamar kami terlihat sangat romantis.  Ada toilet yang minim air bersih di lantai bawah. 

Kami segera berganti pakaian, lalu menuju Front Desk untuk mengambil peralatan snorkel.  Pssst, ini adalah pengalaman snorkeling pertama saya, yaaayy!!   Mumpung cuaca cerah, secepatnya nyebur pasti asik!  Apalagi airnya biru jernih, cantik sekali…

Ternyata mainan air siang itu adalah keputusan yang tepat.  Setelah makan siang yang SANGAT enak di kantin Gili Nanggu, ternyata sorenya hujan deras dan kami melewatkan sisa sore itu dengan tidur siang.  Tadinya pengen renang lagi di sore hari, tapi berhubung hujan, kami bersantai-santai saja sambil main Monopoly dan makan snack yang kami bawa dari Jakarta.

Mengenai menu makan siang, ikan bakar segar dan plecing kangkung ala Gili Nanggu sukses menempati list teratas makanan tersegar yang kami makan selama di Lombok.  2 menu sederhana itu aja sukses membuat kami berempat merem melek kekenyangan, keenakan. 

note.  Liat gambar kangkungnya aja begitu menggoda kan?

*akomodasi: Gili Nanggu Cottage, garden view IDR 240.000,-/malam/nett


Sabtu, 11 September 2010
Berhubung jam 7 pagi kami sudah harus meninggalkan pulau ini, pagi-pagi kami semua sudah bangun dan sempatkan jalan-jalan mengitari pantai, menikmati sinar matahari yang malu-malu nyempil di balik awan.  Sayang kemarin hujan, padahal saya masih ingin bermain air.  Semoga hari ini cerah, bisik saya dalam hati.

Perjalanan kembali ke Lembar kami sibukkan dengan menghabiskan sarapan.  Sungguh kami beruntung, tidak hanya ketemu ikan bakar super enak dan plecing kangkung yang digigit terasa kres-kres saking segernya, tapi juga kebaikan orang kantin membuat kami bisa menikmati sarapan di jukung.  Sisa waktu di perjalanan kami habiskan dengan menikmati pemandangan air menuju Lembar.  Walau baru 24 jam di Lombok, kami sudah terkesan dengan kecantikan alamnya.

Begitu tiba di Dermaga 3 Lembar, staf Perama Tour sudah menunggu kami dengan mobil van untuk membawa kami ke Sengigi.  Jadwal hari ini: day-tour mengunjungi 3 Gili: Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air! ~

Kami sempat mampir ke Sengigi untuk menjemput beberapa orang yang juga memiliki tujuan yang sama: Gili Trawangan.  Sementara kami hanya one-day tour, kebanyakan mereka bermalam di sana.

Gili Trawangan adalah salah satu pulau (Gili) yang paling terkenal di Lombok.  Pulau yang paling ramai dengan turis, hingar-bingar di waktu malam karena banyak cafe dan tempat hiburan. 

Di sinilah kami mulai merasakan teriknya matahari Lombok.  Hai matahari Lombok, kami tidak takuuuut!! *menyambut dengan tangan terbuka dan topi lebar* ~ soalnya kami sudah siap dengan baju renang full-cover seluruh badan dan olesan sunblock di wajah hehehe…

Perjalanan ke Gili Trawangan ditempuh dengan boat sekitar 40 menit dan acara di Gili Trawangan adalah… berenang dengan ikan di laut!  Sungguh pengalaman yang menyenangkan.  Melihat ikan-ikan berenang-renang di sekitar kita tanpa rasa takut sungguh pengalaman yang menyenangkan.

Itu semua belum selesai.  Setelah 40 menit bermain air di Gili Trawangan, kapal kami melanjutkan perjalanan menuju Gili Meno.  Di Gili Meno, yang terjadi adalah… berenang dengan penyu!  Walau saya ga bisa ikutan karena uda keburu kecapean, saya bisa melihat kegirangan Cindy dan Memey yang berenang-renang di sana.


Lalu tujuan ketiga: Gili Air.  Airnya yang jernih (seperti foto di atas) membuat saya ga bisa menahan diri, ikutan nyebur deh walopun sebelumnya sempet berasa cape.  Dan kali ini pengalaman berenang sama ikannya lebih sensasional, soalnya… renang sambil kasi makan ikan!  Jadi sebelumnya kami sudah menyiapkan biskuit dalam botol kecil, lalu botolnya diitekan setelah di dalam air sehingga biskuitnya keluar.  Oh my… ikan-ikan itu berenang-renang PERSIS di muka saya dan rebutan mengambil biskuit yang melayang-layang!!  Si Nemo, ikan garis-garis, ikan bawal… huwaaaaaaa… saya ga bisa melukiskan perasaan menyenangkan dan excited itu dengan kata-kata…  SERU BANGEEETT!! *sayang ga ada underwater camera yang bisa merekam semua kejadian ini*

Gili Air adalah perhentian kami yang terakhir dan sebelum pulang, kami sempatkan makan siang di salah satu resto di sana, namanya Tami’s Neverland.  Berhubung masih suasana Lebaran, hampir setiap rumah makan yang kami datangi sedang dalam kondisi kekurangan pegawai sehingga tidak semua menu tersedia.  Tidak mengapa, secara lagi laper, apa aja enak deh hehehe…

Kami sempatkan leyeh-leyeh setelah makan dan berharap punya waktu lebih panjang.  Menurut saya, setelah melihat beberapa Gili hari ini, Gili Air paling cantik dari 3 Gili yang dikunjungi hari itu.  Pantainya sangat bersih dan airnya bening.  Ikannya banyak dan jinak.  Cuma jangan tanya teriknya hahaha… Jadi jika ada yang bilang Gili Trawangan sangat cantik, mustinya ditanya, uda ke Gili Air belum? 

Jam 4 sore itu, kami sudah kembali di Sengigi dan mobil Xenia sewaan siap membawa kami menuju kaki Rinjani.  Setelah mengalami deretan sukacita selama renang dan snorkel hari itu, tidak ada seorang pun dari kami yang menduga, ada hal lain yang menanti di kaki Rinjani nanti..

Foto dari kiri ke kanan: Cindy, Memey, Arief dan Sinta

Lampung, 23 September 2010 – *beberapa revisi telah ditambahkan dalam tulisan ini*

16 thoughts on “[1] Lombok Trip, 9-14 September 2010

  1. Wah, gue inget, Cindy nge-gelar rute perjalanannya sama kita waktu di Paulaner. Gue aja kepengen banget. Akhirnya kalian ngikut ya ? seru banget. Ntar ah, kalo gue ke Bali, kudu ke gili-gili itu hehehe….

  2. Lautnya biruuuuuu banget! Kameranya bagus🙂

    Gw kmrn ga maen ke Gili yg laen selain Trawangan. Kurang suka Trawangan soalnya agak kotor dan terlalu hura-hura, hahahha

  3. Iya justru itu Yan, karena turisnya uda kelewat banyak. Makanya gw bingung waktu ada yang bilang, Gili Trawangan baguuuusss banget. umm, Gili Air lebih cakep loh hehehe..

    Btw, kameranya standard aja Yan, gara-gara trip ini kayaknya Arief tergoda punya SLR hahahaha *racunnya berhasil*😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s