Minggu ke-21, It’s Christmas, baby!

Saya melirik kalender dan menyadari ada beberapa cerita di sepanjang minggu-21 ini yang bisa saya bagiin.

22 Desember adalah hari Ibu dan hari itu di rumah tersedia onde.  Sehari sebelumnya, pasukan rumah dikerahkan untuk menyiapkan onde.  Mengolah adonan dan membentuk bulat-bulat.   Walo dilarang karena hamil (*bingung dong??*) saya akhirnya tetep ngebantuin.  Kan seru rame-rame bikin onde, mana enak bengong-bengong ngeliatin aja?  
Tadinya saya pikir, perayaan onde ini emang disengaja karena ngerayain hari Ibu.  Soalnya dari kecil kayaknya tiap hari Ibu tanggal 22 saya dibiasain makan onde.  Ga pernah tau gmana sejarah dan asal-usulnya.  Ternyata, hari onde itu sebenernya ga ada hubungannya dengan hari Ibu tanggal 22.  Makan onde adalah bagian dari perayaan Dōngzhì Festival atau Winter Solstice Festival (Chinese冬至pinyinDōngzhì; literally “the Arrival of Winter”) di China.  Biasanya yang bikin onde adalah orang-orang di Selatan, sedangkan orang-orang di Utara tetep makan dumpling.  Kebayang si, lagi dingin-dingin, makan onde dengan kuah jahe hangat, sambil ngumpul sama keluarga, rasanya pasti menyenangkan.  

Hari itu, di rumah saya setiap orang makan onde kecil sejumlah umurnya plus 1 onde besar yang isinya kacang.  Ada tamu di rumah yang makan onde kecilnya… 80 butir! hahaha, kenyang deh dia! 
Minggu ke-21 ini saya mencoba ikutan senam hamil di RS Bunda, lokasinya di BIC (Bunda Intl Clinic) di Teuku Cik Di Tiro, Menteng.  Saya dapat no telponnya via internet dan setelah tanya-tanya, saya niatkan diri untuk datang pada kelas Rabu.  Kelas senam hamil di Bunda ada 3, yaitu setiap Senin dan Rabu pk, 16.00 dan Sabtu pk 09.00, setiap kedatangan membayar Rp. 50,000,- dan ada harga diskon kalo ngambil paket.  Ternyata di sana ada kelas yoga juga, saya jadi terpikir kapan-kapan pengen coba.  Harganya lebih mahal dari senam biasa.  Trus di sana juga ada spa khusus bumil loh!  *berbinar-binar*  
Oiya ini no. telp nya (021) 319 22005
Di kelas senam saya menjadi satu-satunya bumil yang usia kandungannya masih kecil.  Bumil lainnya kebanyakan sudah 30 minggu, bahkan di antaranya sudah menunggu hari lahir.  Wow, saya jadi berasa langsing hahaha…  Gerakan-gerakan senamnya tidak sulit, tapi dengan kondisi perut ndut kayak gini ternyata berat juga hehehe.  Banyak gerakan yang sering dilakukan di kelas body balance waktu masih rajin gym di Fitness First, cuma bedanya sekarang dilakukan dalam kondisi hamil, jadi tidak bisa se-agresif dulu, harus diperhatikan supaya ga cidera.  Enak deh ikutan kelas… berasa juga badan lama ga olah raga, jadinya lebih seger.  Walopun udahannya saya ga keringetan banjir seperti biasanya olah raga, tapi badan tetap terasa enak karena bergerak.
Di akhir kelas, bumil yang sudah siap-siap melahirkan (yang usia kehamilannya di atas 30 mingguan) melakukan simulasi kelahiran.  Jika belum 30 minggu, bumil tidak boleh melakukan simulasi ini, takutnya kontraksi bow…  Ga lucu kan lahir cepet hehehe…  Kalo ngeliat gitu aja, kayaknya mah gampang.  Inhale-exhale… inhale-exhale…  
Tapi saya yakin… kalo uda di kejadian yang sebenernya, ceritanya bisa lain.  Belum lagi kalo panik dan cape lantaran kontraksi lama, sakit, tapi ga keluar juga si baby *huwaaaa* Kebayang deh perjuangannya.  Ga heran semua perempuan jadi keinget ibu masing-masing ketika melewati proses persalinan.  Perjuangannya bow… *speechless*  Saya belum ngerasain ngelahirin, tapi sejak hamil bawaan saya jadi terharu terus kalo ketemu mama… Mao nangis juga rasanya lucu, masa ga ada ujan angin tau-tau kolokan 
Di kelas senam ini saya berkenalan sama 1 bumil cantik bernama Astrid yang sedang menunggu waktu kelahiran.  Ibu Astrid sudah menikah 4 tahun dan akhirnya mengandung setelah melewati proses inseminasi di RS Bunda.  Sama kayak salah satu teman di kantor dulu, yang sekarang juga sedang hamil 12 minggu sebagai suksesnya proses inseminasi setelah menunggu bertahun-tahun.  Malah sekarang si ibu hamil anak kembar loh!  Buat pasangan yang pengen anak, pasti berita kehamilan anak adalah berita yang sangat membahagiakan dan sungguh diharapkan.  Cerita dua bumil ini mengingatkan saya pada artikel di Kompas beberapa bulan lalu tentang Robert Edwards, penemu teknik in-vitro fertilization (bayi tabung).  Untuk mencapai hari ini, saat teknik ini (akhirnya) begitu memberkati banyak orang, pasti banyak pro-con dan tantangannya. Saya terharu begitu membaca ceritanya, he did it very well and has blessed so many women out there…

well, anyway…

Minggu ke-21, Minggu Natal, buat saya jadi minggu yang (lebih) sentimentil.  Entah kenapa setiap menjelang Natal, perasaan saya makin gampang terharu.  Yeah blame it on the cold and gray weather, every day rain, and of courseeee… pregnancy hormones   Sepanjang hari kemaren saya mendengarkan lagu-lagu Natal Clay Aiken, yang menurut saya sih one of the best Christmas Album hehehe… Ga percaya? Dengerin aja hihihi 

Sejujurnya… saya kangen suasana Natal di kantor.  Tempat saya kerja dulu adalah salah satu tempat di Jakarta yang suasana Natalnya sangat kental.  Orang-orang saling mengucapkan selamat Natal, ada hiasan dan dekorasi yang cantik, lalu acara Natal dan tukeran kado.  Plus ibadah Natal dengan lagu-lagunya yang bikin hati meleleh *wadaaw, hormon hamil ato beneran touching seeeh? panik dotcom*  
Kehangatan itu sangat bikin kangen.  Kado-kado kecil yang isinya ga seberapa, tapi perhatian dari rekan kerja membuat hati terasa hangat.  Bahkan… memasuki bulan Desember biasanya saya sengaja berjalan lebih lambat supaya bisa menikmati dekorasi Natal di sepanjang kampus yang pasti dilepas setelah Januari tiba.  That’s why, saya seneng banget waktu dapet ajakan Christmas lunch minggu lalu dari orang kantor.  Ini Natal pertama sejak resign dan saya masih suka terkangen-kangen sama temen kantor (bukan kerjaannya dan deadline-deadline melelahkan itu hahahaha)…
Yeah, I know, life goes on… yet I am sooo thankful for the friendship  hubungan kerja bisa bubar, tapi tetep temenan baik kan?  
Malam Natal saya lewatkan dengan pergi ibadah di IES Central pk 07.00 malam, trus udahannya duduk bareng Arief di Coffee World menunggu waktu dinner tiba.  

Semalam saya dinner di Luna Negra, resto baru di Plaza Bapindo.  Dari luar keliatan sepi-sepi aja, begitu masuk ternyata space-nya cukup besar dan tamunya banyak.  Begitu masuk ada deretan wine di rak kiri dan sebaris meja bar yang panjang, mengingatkan saya seperti meja bar di Paulaner.  Begitu masuk ke dalam, suasananya lebih ramai.  Bahkan ada satu meja panjang berisi deretan tamu-tamu India.  Menurut salah satu waiter nya, orang India adalah salah satu faithful customer Luna Negra dan hampir setiap minggu ada aja rombongan orang India yang makan di situ.  Ga tanggung-tanggung, ada grup yang membawa speaker dan lagu-lagu India sendiri, lalu mereka rame-rame berjoged di ruangan VIP yang terlihat transparan dari luar.  Seru juga ya.  They know how to have fun! 
Foto-foto Luna Negra saya posting di bagian terpisah ya.  
Again, Merry Christmas dear friends!  Hope your holiday is wonderful and you’re blessed wherever you are!
Jatinegara, 25 Desember 2010 – as every good and perfect gift is from above, coming down from the Father of the heavenly lights, who does not change like shifting shadows .  Happy Christmas! 

10 thoughts on “Minggu ke-21, It’s Christmas, baby!

  1. Yaan, itu rumah orang kantor yang baru kelar renov. Rumahnya cakeeepp banget, suaminya arsitek jadi puas banget dekor sendiri. Kamar mandi di kamar utama juga baguus, semi-resort gitu dengan lantai berbatu kayak di hotel-hotel Bali. Kamar anaknya juga seru, semua dibuat dengan thoughtful.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s