Minggu ke-22: Goodbye 2010, Welcome 2011!

Minggu ke-22 kehamilan ini terasa baik-baik aja, malah terasa menyenangkan karena ada 2 dinner gathering bersama teman-teman.  Saya selalu menikmati kumpul-kumpul bersama teman dekat.  Highlight kehamilan minggu ini adalah pergerakan baby yang semakin aktif dan itu terasa sangat… apa yah, suatu perasaan baru yang susah dijelasin. Ya seneng, ya hangat, ya geli, ya lucu… uumm, I’m overjoyed?   Yang lucu gini, kan saya sempet kuatir gara-gara ada hari-hari di mana si baby kok diem aja, ga membuat banyak pergerakan.  Saya iseng taro ear-plug dan nyalain Ipod, setelin lagu-lagu.  Eh, si baby bergerak!  Aih lucunyaaa… saya sampe ketagihan sensasi ini.  Selama saya browsing dan membaca di internet, saya sengaja menyalakan Ipod dan biarkan ear-plug menempel di kulit perut (biar ga lepas saya tempel aja pake selotip hihihi).  The sensation is sooo… nice..

Belakangan baby juga suka bergerak-gerak setiap Arip nempelin kepala atau telapak tangannya di perut saya.  Seems like it’s daddy’s baby niy… uda berasa manjanya.  Saya jadi inget cerita baby nya teman, it’s a baby girl, yang ga akan mau tidur kecuali dikelonin langsung sama bokapnya.  Jadi tiap malem, si ayah musti setidaknya menemani si baby sampe ia terlelap atau menggendongnya ketika dia lagi rewel.  Sama emaknya ga mempan.  Ribet juga yaak… Nah Rip, siap-siap aja yaa *kipas-kipas*

Dan di akhir minggu ke-22 ini adalah hari terakhir di tahun 2010. Wow, it’s new year 2011!   Happy new year, dear friends and readers… *tiup terompet* 
New year’s eve saya lewatkan di rumah saja.  Setelah siangnya late lunch di Ootoya (hmm, it’s definitely one of my fave meals!), lalu belanja grocery di Kemchicks Pacific Place (yang tumben ramenya lebih dari biasa, kebanyakan mereka belanja daging BBQ), saya dan Arip langsung pulang secara Arip uda nunjukin tanda-tanda kurang sehat.  Bersiiiiinn melulu. 
Untung acara TV lumayan menghibur: nonton Transformer lalu lanjut Pirates of Carribean di RCTI sambil nungguin jam 12.  Sebenernya ga perlu nungguin juga si hehehe, tapi klo sendirian tanpa aktivitas aja kok rasanya bisa berasa sendu sendiri ya.  Apalagi kalo membayangkan setiap orang heboh rame-rame, ngumpul makan ato apa deh yang seru, sedangkan saya cuma mellow nungguin jam 12.  Ih, engga banget deh.  Ga usah dibawa melankolis maksudnya hehehe… toh di rumah masih ada suami yang bisa diomelin *loh*  hihihi…
Gara-gara sendirian, saya jadi keingetan malam-malam tahun baru yang saya lewatkan sebelumnya.  Kebetulan sepanjang tahun baru 2004-2008 saya lewatkan dengan traveling dan ngingetin hal itu sangat menyenangkan.  Note to myself –> A good idea to celebrate new year: traveling.  Well I know, tahun ini hidup saya tidak bisa seperti itu lagi, apalagi the baby will be arriving soon.  I have no idea what my life will be like this year *cross my finger* 
Semalam sebelum tidur, saya mengingat-ingat apa yang sudah saya lewati sepanjang tahun 2010.  Terus terang… saya merasa tahun 2010 ini seperti less-achievement.  Saya merasa tidak berkarya cukup banyak, tidak punya pengalaman karir yang fenomenal, tidak merasa nambah skill baru.  Malah saya resign dari kantor tempat saya bertahun-tahun dan memutuskan untuk “bersolo karir” *cieee, emangnya penyanyi* bersama suami ngurusin toko grosir baju anak-anak.  What a shifting!

Being honest, highlight saya tahun 2010 ini adalah… being pregnant.  Haha, sederhana ya?  Waktu saya tanya balik ke Arip “apa highlight 2010 kamu?” dengan cengirannya yang khas dia menjawab: menghamili kamu ~ JIAAAAAAAHHHHH  *langsung kirim tonjokan 7 jurus* 
Kerja profesional di kantor dan kerja wirausaha sendiri bener-bener beda judul, beda masalah, beda beban pikiran.  Tahun ini saya mulai merasakan beban pikiran yang sungguh berbeda setelah ngerasain pindah ladang pekerjaan.  Paling mumet ngurusin masalah karyawan yang punya latar belakang, tingkat kecerdasan dan karakter yang beda-beda, dan sebelnya suka ngerepotin.  Saya jadi inget dulu bos saya pernah bilang, jika 1 kepala mewakili 1 masalah, maka 10 orang mewakili 10 masalah.  Ah, bener banget bos!!  Saya ngalamin nih…
Tahun ini saya mengurangi frekuensi traveling saya secara drastis (seinget saya hanya 2 kali yang gede: China dan Lombok, yang China aja sebagian besar ngurusin kerjaan).  Tahun ini saya juga mulai berpikir sungguh-sungguh untuk menabung dan belajar investasi, apalagi setelah adanya baby di dalam kandungan.  Uda kebayang banyak banget kebutuhan di masa datang, dan di sinilah menikah terasa lekat sekali dengan akselerasi tanggung jawab…
Saya bener-bener ga kebayang what my life will be like this year.  Being a mom, busy, trial-and-error, and panic in between.  Membaca beberapa cerita para ibu muda di milis malah bikin saya jadi sutris sendiri: urusan anak yang susah makan, yang ASI ga lancar, demam tengah malam, tangisan menyayat hati yang susah berhenti… ah, can I make it?  Bisa ga siiiih baby nya otomatis gede sendiri dengan mulus? *lah lo pikir dulu elo sendiri gmanaa jeeeng??*
Until I read this before I went to bed last nite.  Please excuse me for copy-paste the article below… 

I’ve always thought that you can see the hand of God best in the rearview mirror. Looking back, it’s easier to understand why He placed us in the home that He did; why He brought certain people and circumstances into and out of our lives; why He permitted difficulties and pain; why He took us to different places and put us in various jobs and careers.

In my own life, I get a lot of clarity (though not perfect clarity—that’s heaven’s joy!) about the wise and loving ways of God as I reflect on the ways He has managed my journey by “the works of [His] hands” (Ps. 92:4). With the psalmist, it makes me glad and strikes a note of joy in my heart to see how often God has assisted, directed, and managed the outcomes so faithfully (Ps. 111).

Looking ahead, though, is not always so clear. Have you ever had that lost feeling when the road ahead seems twisted, foggy, and scary? Before you move into next year, stop and look in the rearview mirror of the year gone by, and joyfully realize that God meant it when He said, “‘I will never leave you nor forsake you.’ So we may boldly say: ‘The Lord is my helper; I will not fear’ ” (Heb. 13:5-6).

With the promise of God’s presence and help in mind, you can move ahead into 2011 with utmost confidence.

Yeah, it’s very true: the Lord is my helper, I will not fear.  I know there’s no way I will know how to handle EVERYTHING.  There will be ups and downs, tears and laughters.  But what it just said really calmed me down: The Lord is my helper, I will not fear.  

God’s guidance in the past gives courage for the future.   Happy New Year, dear friends 



Jatinegara, 1 Januari 2011 –  ga sabar pengen USG 4D minggu depan!  Yaay!


3 thoughts on “Minggu ke-22: Goodbye 2010, Welcome 2011!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s