Hamil kedua – minggu 33

Tau-tau uda minggu 33 aja. Kalo lahirannya sama kayak JR di minggu ke 38, artinya dalam 5 minggu ke depan, rumah saya akan ketambahan penghuni baru. Dalam 5 minggu ke depan, rutinitas hidup saya akan berubah.

Hamil kedua ini saya irit menulis. Pengennya sih bisa serajin hamil pertama, hampir tiap minggu menulis kabar terbaru. Apa daya, keinginan hati dan tenaga ga kompak. Uda malem, rasanya pengen cepet-cepet berbaring aja setelah seharian ke sana ke mari.

Hamil kedua berbeda dengan yang pertama. Dari sisi napsu makan, yang kedua ga seganas yang pertama. Dulu tiap malem musti ngemil, subuh-subuh mata sepet pun harus menyeret kaki mengambil crackers dan susu di kulkas jika mau tidur enak. Sekarang sih lepas makan malam, perut saya anteng aja sampai waktunya sarapan pagi. Ga laper samsek. Mungkin karena hamil kali ini bayi perempuan?

Dari sisi penampilan, saya merasa jauh lebih baik. Artinya, ada mood untuk berdandan. Masih rajin ngeblow, make up dan cuci muka dengan teratur sebelum tidur. Suka aja dengan baju warna warni, ga kayak dulu yang bawaanya berbaju hitam melulu. Kulit saya kali ini juga ga kering kerontang seperti dulu, padahal jarang dioles lotion. Hamil pertama, saya boros banget pake lotion, kulit rasanya mekar ke segala penjuru, gatal dan kering. Banyak yang komen, kulit wajah saya pun lebih kinclong, ga kusam kusut sewaktu hamil pertama. Lucu ya, perbedaannya bisa kontras sekali.

Tapi hamil kedua ini, saya ngalamin yang namanya mual. Selama trimester pertama, setiap sore mulai jam 4an, duh rasanya mulut pahit dan eneq banget. Paling sebel kalo sore-sore musti bepergian naik taksi, bau taksi yang ga keruan membuat rasa eneq menjadi. Saya cuma bisa pasrah duduk di taksi sampai ke tujuan bermodalkan minyak kayu putih dan selembar tisu untuk menutup hidung.

Selama trimester pertama, saya bolak balik batuk. Ga berenti-berenti. Dari yang tadinya saya anti minum obat, akhirnya saya ga tahan. Mencoba berbagai obat batuk (yang aman bagi bumil tentunya), minum air madu hangat dan lemon tiap pagi, berusaha minum parutan kencur, menenggak air hangat sesering mungkin, sampai di nebu. At one point, akhirnya sembuh juga setelah dengan ketat manjaga makan dan tidur menggunakan syal *keren dotcom* Ga pernah saya mengalami batuk sesering dan selama itu. Badan rasanya cape banget tiap batuk. Sampe ada yang komen, “bawaan hamil, kali…”

Anyway, kehamilan, apa pun rasanya, tetap adalah pengalaman yang menakjubkan. Saya menikmati setiap gerakan bayi dan sudah jatuh cinta pada bayi ini bahkan sebelum ia lahir. And it’s a girl🙂 Gmana saya ga bersyukur? Kelelahan dan keluh kesah ini sepertinya terhibur dengan ucapan syukur atas kesehatan dan kebaikan-kebaikan Tuhan yang saya terima.

5 minggu ke depan tidak akan semakin santai. Saya masih punya daftar belanjaan yang harus dibeli, urusan kamar anak yang perlu renovasi, mikirin soal “preschool ga ya?” plus urusan parenting yang jalan terus.  Doa saya, ga cuma semua beres, tapi selalu ada campur tangan Yang Di Atas untuk segal hal yang saya kerjakan dan harapkan.

 

Jatinegara, 12 Maret 2013

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s