Hidup bersama hipertensi

Sejak saya didiagnosa hipertensi tahun 2008 silam, saya makin tekun mencari informasi yang berkaitan dengan hipertensi. Berharap bisa tau persis apa sih yang menjadi faktor penyebab dan bisa lepas dari tablet hipertensi, yang sampe sekarang masih blur juga jawabannya.

Dari hasil ngubek sana sini, ada beberapa informasi yang bisa ditarik, hal-hal yang menyebabkan hipertensi:
1. Stres.  Ini jelas.  Ga cuma darting, stres bisa berdampak ke mana-mana.  Yang sehat jadi sakit, yang sakit makin sekarat.  Jadi memang musti bisa berpikir positif dan tetap semangat.  Hati yang gembira adalah obat, kata orang bijak.

2. Kurang tidur.  Ga cuma bikin darting, yang punya masalah dengan darah rendah kabarnya juga bisa punya masalah kalo kurang tidur.

3.  Obesitas.  Ini juga jelas ya.  Obesitas bisa merujuk ke berbagai penyakit.

4. Menurut dr Mercola di sini, penyebab hipertensi berkaitan dengan kemampuan tubuh memproduksi insulin dan leptin sebagai respon dari proses makanan berkarbo tinggi.  Saya baru ngeh bahwa ternyata hipertensi berkaitan dengan proses metabolisme gula darah dalam tubuh.  Hal ini yang ga pernah saya denger dari para dokter di Indonesia.

Dengan penemuan tersebut, saya coba mengatur asupan gula setiap hari.  Saya amati, jika sehari-hari saya banyak mengkonsumsi makanan-minuman yang bergula tinggi seperti kue-kue manis (terutama desserts!!), minuman kemasan (saya suka banget Pokka Greentea), jus buah, memang tensi saya cenderung naik.

Gmana caranya menjaga tensi tetap baik?  Selama 6 tahun ini, ada beberapa hal yang saya lakukan untuk menjaga tetap stabil:
1. Minum obat. Obat pertama saya adalah Angioten. Lalu ganti ke Aldazyde yang lebih ekonomis. Lalu ganti Adalat, dan sejak melahirkan anak kedua, minum Adalat Oros hingga sekarang.

2. Karena pengennya ga bergantung sama obat. Di tahun 2010, saya mulai mencoba mengatur pola makan ala dr Tan Shot Yen yang pernah saya bahas di blog sebelumnya. Hasilnya sungguh baik, tensi stabil dan saya sempat lepas obat.

3. Jaga makan. Yang banyak orang tau, hipertensi berkaitan dengan garam. Ternyata, ga melulu soal garam. Seperti yang tersebut dalam point no 4 di atas, hipertensi berkaitan erat dengan kadar gula dalam darah. Karenanya saya sebisanya membatasi sugar and grain, termasuk nasi, pasta dan roti. Saya masih makan cuma dibatasi, ga kalap kayak dulu. Oiya, gula di sini pun termasuk Fruktosa.  Karena itu, saya pun membatasi jus buah. Saya pilih-pilih kalo makan buah dan sebisanya menghindari buah yang kelewat manis. Ada yang nanya, kenapa ga minum jus? Padahal haregene, semua orang heboh minum jus. Soalnya, menurut dr Tan Shot Yen, buah yang uda dijus itu kebanyakan uda rusak enzimnya, dan mengandung fruktosa lebih tinggi.

4.  Olah raga.  Sampe hari ini, saya percaya olah raga adalah salah satu cara mendapatkan kebahagiaan hehehe… Soalnya, ketika kita berolah raga, tubuh kita melepaskan hormon endorfin, yang secara umum bisa memberikan rasa senang, tenang dan kepuasan hati.  Stres dan cape malah hilang setelah berolah raga.  Olah raga yang saya lakukan: yoga, pilates dan renang.

5. Tidur cukup, berusaha ga stres (ini susah kan bok).  Kalo ditanya gmana ga stres, saya cuma bisa jawab, banyak berdoa aja deh.  Secara saya percaya, nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Tuhan dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.

Semoga informasi ini memberikan perncerahan ya.  Tetap semangat!!

 

Jatinegara, 11 Oktober 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s