31.12. malam terakhir 2014

Hari Rabu, 31 Desember 2014.  Hari terakhir di tahun 2014.  Akhir tahun ini diwarnai dengan suasana sendu akibat hujan yang terus turun, tapi cuaca sebenarnya tidak akan membuat hati saya se-mellow ini.  Berita musibah Air Asia QZ8501 membuat perasaan sentimentil berhari-hari, sampai hari ini.  Setiap hari saya ikuti beritanya dan hati ikut berdoa.  Tidak ada yang saya kenali dari daftar penumpang, tetapi membayangkan bagaimana keluarga dengan anak-anak di dalamnya yang menjadi korban, sukses membuat perasaan saya terharu biru.  Arip mengingatkan saya untuk ga larut dengan kejadian ini.  Kemarin waktu yoga, mata saya nyaris basah berderai-derai di saat Savasana.  Membayangkan keluarga dan anak-anak, lalu membayangkan anak sendiri, lagunya juga mendukung banget bikin suasana hati jadi kelabu🙂

Ah, ngomongin yang lain ya?

Tahun 2014 ini diwarnai dengan perkembangan yang baik dalam diri Nathan.  Saya masih ingat awal tahun ini saya gundah karena Nathan tidak kunjung bicara, sudah kunjungi 3 dsa, dibawa ke Psikolog juga, sampai akhirnya saya dan Arip putuskan untuk menjalankan terapi wicara pada Nathan.  Setahun berlalu.  Nathan yang awal tahun ini masih patah-patah bicara, belum bisa merangkai kalimat sama sekali, hari ini sudah bisa berbicara lancar.  Bertanya dengan baik, merangkai kalimat dan cerita, bahkan yang lebih menyenangkan, keluar kata-kata bahasa Inggris yang sama sekali tidak kami ajarkan.  Mulai dari “mama, let’s exercise!” lalu makan kue dan berkomentar, “hmmm, delicious…”, lalu “comeee.. over here…” atau “where are youuu?”  Semua kalimatnya tidak hanya membuat saya dan Arip terheran-heran, tapi saya juga terharu.  Soalnya masih inget banget hari-hari kegundahan kami memikirkan apa yang musti dilakukan untuk mengembangkan kemampuan bicara Nathan, ditambah sempet gak lolos observasi di salah satu KB swasta.  Lalu mengulang,  lalu baru deh lulus dan resmi menjadi salah satu murid di sana.  Syukurlah, sampe hari ini, Nathan tidak pernah terucap bosen atau mogok sekolah.  Anak-anak lain sudah ada loh, mereka bilang ke ortunya bahwa mereka tidak mau sekolah.  Bayangkan, usia 3 tahun sudah mogok sekolah…

Tahun ini, tahun 2014, untuk pertama kalinya saya punya new year resolution.  Ga banyak, 2 aja.

Pertama, get back to exercise.  Sejak punya anak, saya stop olah raga.  Entah deh, antara ga sempet, masih bingung cari waktunya, atau ga cukup niat, tanpa sadar waktu sudah berlalu 3 tahun tanpa olah raga teratur.  Pernikahan adik bungsu saya menjadi tambahan motivasi berolah raga.  Demi pakai gaun cantik, saya semakin termotivasi berolah raga.  Ini perut yah, susah banget kecilnya.  Bagian badan lain mengecil dengan baik, tapi lemak di perut ga kunjung tipis!  Stres jadinya kan.  Setelah browsing sana sini, saya putuskan untuk daftar kelas pilates.  Saya peratiin cuma pilates, olah raga low impact dengan hasil high impact hehehe…  Seminggu pilates 2x, dan atur pola makan tentunya, hasilnya lumayan bikin hepi.  Walaupun berat badan ga kurang sekilopun, saya merasa badan lebih enteng dan perut agak tipis.

Kedua, sign up in a baking class.  Ini cita-cita lama yang akhirnya terlaksana di tahun ini.  Saya ikut kelas Cake Dasar di NCC Matraman.  Wah menyenangkan, saya dapet banyak pencerahan.  Jadi lumayan ngerti kenapa kue saya bantet melulu.  Tahun depan, saya berencana ambil kelas baking lagi.  Ikut kelas baking tuh nagih loh ternyata!

Untuk resolusi tahun depan, hmmm… sekarang belum tau.  Saya uda mikirin beberapa hari ini.  Pengennya bisa punya bisnis baru.  Trus pengen punya business coach.  Ada yang berminat jadi coach saya?  :)

As for Jenna, hmm… she is very cute and grows very fast.  Saya cium setiap hari, peluk dan gendong, secara Nathan aja uda segede sekarang, uda ga sanggup saya gendong lama.  Mumpung masih sanggup dan size Jenna masih oke untuk ditimang-timang, saya puas-puasin deh.  A child is indeed God’s grace and blessing, I thank Him every time I see Nathan and Jenna.

Udahan dulu ceritanya, mau siap-siap makan malam keluarga.🙂

 

Selamat malam tahun baru.  Saya berdoa, kebaikan dan anugerah Tuhan senantiasa mengikuti kita, perlindungan dan kasihNya menjadi tumpuan kita melewati hari-hari di depan kita.

 

Jatinegara, 31 Desember 2014 — dan hujan masih gerimis…

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s